testimoni

testimoni

Unit Heritage KAI Tidak Jadi Dibubarkan

Bangunan lama Stasiun Cicayur yang disimpan di Museum Ambarawa

[19/9/16]. Jagat railfans Indonesia sempat digegerkan dengan rencana PT KAI untuk membubarkan Unit Pelestarian Benda dan Bangunan atau biasa dikenal dengan nama KAI Heritage. Rencana ini mendapat banyak tentangan dari para railfans yang tak ingin aset sejarah perkeretaapian Indonesia kembali rusak dan tidak terurus. Namun kini para railfans bisa sedikit bernafas lega, pasalnya PT KAI tidak jadi membubarkan KAI Heritage.

Dilansir dari Suaramerdeka, Corporate Secretary PT KAI Wawan Arianto mengatakan PT KAI tidak akan menghapus Unit Pelestarian Benda dan Bangunan atau biasa disebut KAI Heritage. Namun nantinya akan ada sedikit pengurangan wewenang KAI Heritage dalam mengurus aset bersejarah yang sudah menjadi destinasi wisata. 

Sebelumnya KAI Heritage memiliki kewenangan setidaknya 80% dalam mengelola aset dan bangunan bersejarah yang sudah menjadi destinasi wisata. Nantinya kewenangan heritage dalam mengelola aset dan bangunan bersejarah yang menjadi destinasi wisata jadi hanya 20%, sisanya akan dikelola oleh PT KAI Pariwisata. Ada 2 aset bersejarah dan museum yang pengelolaannya akan diserahkan ke PT KAI Pariwisata, yakni Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa.

Jadi nantinya, untuk revitalisasi dan perawatan aset dan bangunan perkeretaapian bersejarah tetap diserahkan pada KAI Heritage, namun untuk marketing dan penjualan tiket di tempat bersejarah itu nantinya akan dikelola oleh PT KAI Pariwisata. Hal itu dikarenakan tempat-tempat dan bangunan bersejarah tersebut telah menjadi destinasi wisata yang merupakan wewenang PT KAI Pariwisata dalam mengelolanya.  

Khusus untuk beberapa bangunan dan aset bersejarah yang belum menjadi destinasi wisata seperti Gedung Museum dan Galeri Parahyangan, Museum KA Stasiun Bondowoso, dan Museum KA Sawahlunto pengelolaannya masih tetap dibawah KAI Heritage karena masih membutuhkan penanganan oleh KAI Heritage. Namun apabila sudah menjadi destinasi wisata, nantinya pengelolaan tempat bersejarah tersebut akan dilakukan kerjasama juga.

PT KAI mengklaim, dengan diserahkannya pengelolaan marketing dan penjualan tiket untuk kedua aset dan bangunan bersejarah tersebut ke PT KAI Pariwisata maka akan ada perkembangan terutama dalam segi pendapatan. Karena rencananya Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa akan dimasukan ke dalam paket-paket wisata yang akan ditawarkan ke konsumen.

baca juga: Unit Heritage Kereta Api Akan Dihapus


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: