testimoni

testimoni

Bank Dunia Tertarik Biayai Pembangunan Tram Surabaya

Dua tram saat berpapasan pada tahun 1930
Surabaya Tempo Dulu
[25/10/16]. Proyek re-aktifasi jalur tram di Surabaya ternyata menarik perhatian beberapa pihak dan investor. Dilansir dari metrotvnews.com, Walikota Surabaya Tri Rismaharini melakukan pertemuan dengan Bank Dunia untuk membahas realisasi angkutan tram di Surabaya. Pertemuan ini dilakukan di rumah dinas Walikota Surabaya di Jalan Sedap Malam, Surabaya pada Sabtu (22/10) kemarin.

Risma mengatakan bahwa Bank Dunia bisa memberikan dana hibah untuk pembangunan jalur tram ini di mana sebagian dana hibah tersebut diserahkan dalam bentuk pinjaman. Namun Risma mengatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa meminjam dana tersebut secara langsung ke Bank Dunia, melainkan harus melalui Pemerintah Pusat.

Risma juga mengatakan ada sejumlah konsekuensi yang harus dihadapi apabila Bank Dunia turut andil dalam pembangunan jalur tram ini. Seperti pengadaan armada harus dilakukan melalui lelang terbuka, tidak bisa melalui penunjukan langsung. Yang itu artinya ada kemungkinan penggunaan produk luar negeri sebagai armada Tram Surabaya. Risma sendiri saat ini tengah menanti kepastian dari Pemerintah Pusat mengenai penggarapan proyek Tram Surabaya ini.

Eks. Dipo Tram Listrik Wonokromo
Ayorek
Nantinya Risma juga akan melakukan pertemuan dengan pihak Bank Dunia, Kemenhub, dan PT KAI guna membahas kerjasama dengan Bank Dunia ini. Program Leader World Bank Indonesia Taimur Sammad mengatakan bahwa pihaknya akan selalu medukung realisasi dari proyek jalur Tram Surabaya ini. 

Keterlibatan Bank Dunia dalam proyek ini tak hanya dalam masalah pendanaan, melainkan juga Bank Dunia sudah membantu dalam membuat analisa dan feasibility study untuk Tram Surabaya itu sendiri. Sammad juga mengatakan bahwa nantinya Bank Dunia juga akan memberikan saran untuk membuat perencanaan dana yang efektif serta penggunaan teknologi terbaik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan transportasi di Surabaya.

Jalur tram di Surabaya pertama kali beroperasi pada tahun 1890-an dan dioperasikan oleh perusahaan operator tram Hindia Belanda, Oost-Java Stoomtram Maatschapij. Ada dua jenis tram yang dioperasikan di Surabaya, yakni tram uap yang mulai beroperasi pada 1890-an dan tram listrik yang mulai beroperasi pada 1923. Ada 4 rute tram uap dan 5 rute tram listrik yang membentang di wilayah Surabaya. 

Jalur tram di Surabaya mulai mati setelah Indonesia merdeka. Diawali dengan dihentikannya operasional tram listrik pada tahun 1968-1970, lalu disusul dengan penghentian operasional tram uap pada tahun 1978. Alasan dihentikannya operasional tram di Surabaya ini sama seperti alasan dimatikannya sejumlah jalur kereta api, yakni jalur yang terus menerus merugi dan kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya seperti bis.

Diharapkan dengan hadirnya kembali tram di Surabaya tak hanya sebagai pengingat akan kenangan masa lalu di Surabaya, melainkan juga sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang semakin hari semakin parah di jalanan kota terbesar kedua di Indonesia ini.
 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment