testimoni

testimoni

BPTJ akan Mengintegrasikan Tiket Angkutan Umum di Jabodetabek

Selular.id

[7/10/16]. Anda pengguna transportasi umum di Jabodetabek? Apakah anda naik satu transportasi umum lalu disambung angkutan umum lainnya? Misalnya anda naik KRL Commuter Line lalu menyambung naik Transjakarta? Pernahkah anda merasa kerepotan karena harus menyimpan banyak kartu karena masing-masing angkutan umum memiliki tiket yang berbeda-beda?

Ya itu merupakan salah satu hal yang banyak dikeluhkan oleh para pengguna angkutan umum di Jakarta: tiket yang tak terintegrasi. Masalah ini seolah menjadi problematika klasik angkutan umum di Jakarta. Bayangkan saja, anda mungkin bisa menyimpan 2 sampai 3 kartu berbeda di dompet hanya untuk naik angkutan umum yang berbeda. Nah ada kabar gembira nih buat dompet anda yang penuh dengan kartu.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan atau biasa disingkat BPTJ Kemenhub berencana akan mengintegrasi tiket angkutan umum di Jabodetabek. Dilansir dari Beritasatu, BPTJ akan mengumpulkan sejumlah operator dan calon operator angkutan umum di Jabodetabek serta pihak terkait untuk membahas rencana integrasi tiket angkutan umum ini.

Diantara operator, calon operator, dan pihak terkait itu, akan hadir perwakilan dari masing-masing pihak seperti dari Kemenkominfo, Bank Indonesia, KAI, PPD, PT Transjakarta, KCJ, MRT Jakarta, Adhi Karya, LRT Jakpro, Railink ARS, serta PT Angkasa Pura II.

Kepala BPTJ Elly Sinaga mengatakan bahwa pihak BPTJ sendiri telah memetakan jaringan operasional angkutan umum di Jabodetabek. Terlebih beberapa diantaranya ditargetkan akan mulai beroperasi pada 2019 mendatang seperti MRT Jakarta, LRT, dan KA Bandara Soekarno Hatta. Elly mengatakan bahwa permasalahan utama pada sistem ini hanyalah sistem pembayaran, sehingga BPTJ nantinya akan menginisiasi sistem pembayaran tiket angkutan umum di Jabodetabek.

Elly juga menambahkan bahwa KCJ dan Transjakarta sendiri sebenarnya telah menerbitkan tiket elektronik yang dapat memberikan kemudahan bagi penggunanya, yakni Kartu Multi Trip dan JakCard (Bank DKI). Namun sayangnya kedua kartu tersebut masih belum terintegrasi sehingga masih harus dilakukan pengintegrasian sistem.

Elly juga mengatakan bahwa rencana ini akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan sehingga nantinya akan dibentuk tim kerja yang bertugas untuk merencanakan standar sistem pembayaran. Ada 4 aspek yang membentuk sistem pembayaran ini, diantaranya adalah kecepatan transaksi, keamanan, interoperabilitas (interaksi antar sistem-red), dan frekuensi penggunaan. Di dalam keempat aspek tersebut, termasuk pula kelembagaan, desain kartu yang digunakan, model bisnis, model proses, dan menyusun road mapnya.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment