testimoni

testimoni

Dasar Otak Mesum, Situs Porno Menjadi Top Result Browsing Wifi Di Stasiun Patna

Kasihan ya cucu kakek yang satu ini, dia begitu lelah bekerja sampai-sampai ia tertidur di kereta
[19/10/16]. Ada-ada saja kelakuan komuter di Stasiun Patna, Bihar, India. Bukannya memanfaatkan fasilitas wi-fi gratis yang baru dipasang sekitar sebulan untuk tujuan yang semestinya yaitu mengecek situs resmi Indian Railways untuk mengetahui jadawal KA, justru fasilitas ini digunakan untuk yang enggak-enggak.

Ya, seperti yang dilansir oleh Russian Today, Stasiun Patna merupakan stasiun yang berada di peringkat teratas asal pencarian pornografi di internet, diikuti dengan Stasiun Jaipur, Bengaluru, dan New Delhi. Seperti yang dikatakan oleh seorang karyawan Indian Railways "Kayaknya nih pengunjung Stasiun Patna memang malah kagak tertarik ama jadwal KA".

Hasil ini terkuak setelah perusahaan telekomunikasi RailTel melakukan survei dan mendapatkan hasil survei dari sebagian penunjung yang tampaknya terlalu jujur dalam mengisi surveinya. Hal ini diperkuat dengan pengakuan seorang penumpang yang membenarkan bahwa banyak kalangan muda mengunjungi Stasiun Patna hanya untuk membuka hal-hal yang "aneh-aneh", dan meminta agar penggunaan wi-fi dibatasi sehingga situs porno tidak dapat diakses.

Setelah situs pornografi, hasil peringkat atas lainnya antara lain adalah Wikipedia, Bollywood, dan YouTube. Lucunya, hasil mengenai jadwal KA dan fasilitas stasiun tidak sama sekali ada pada peringkat teratas. Sebuah ironi memang.

Fasilitas wi-fi gratis di stasiun sendiri adalah bagian dari upaya peningkatan pelayanan penumpang, di mana direncanakan akan ada 400 stasiun di India yang dipasangi fasilitas ini. Meskipun baru tersedia 1GB untuk koneksi wi-fi gratis di stasiun, tetapi sudah direncanakan peningkatan kapasitas sampai 10GB.

Yah... Tampaknya pembatasan situs internet yang bisa dibuka di Indonesia rasa-rasanya berguna juga ya...

Sumber:
Russian Today

RE-Digest|Ikko Haidar Farozy

About Ikko Haidar Farozy

Hanya orang biasa yang juga menulis di RE-Digest.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment