testimoni

testimoni

DB Menghapus Kereta Tidur, OBB Ambil Kesempatan

[20/10] Penghapusan layanan kereta tidur memang banyak dilakukan oleh operator kereta api di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Jerman. Deutsche Bahn (DB) selaku perusahaan kereta api nasional di negara itu berencana untuk menghapus semua layanan kereta tidur mereka di akhir tahun 2016 ini. Keputusan itu dikeluarkan oleh manajemen DB pada Desember 2015 silam, dan ternyata mendapat sambutan baik oleh OBB. Osterrich Bundesbahnen (OBB), perusahaan kereta api nasional asal Austria itu melihat peluang bisnis di balik penghapusan kereta tidur DB. Perusahaan yang hingga saat ini masih serius menggarap bisnis kereta tidur ini berencana mengambil alih beberapa trayek yang dulunya dilayani oleh kereta tidur DB.
Nightjet, brand dari OBB untuk layanan kereta tidur mereka | Foto: Global Rail News
Mantap dengan keputusannya untuk menghapus kereta tidur, DB kini bersedia untuk mendukung OBB di wilayah Jerman dengan menyediakan koneksi kereta IC/ICE bagi penumpang kereta tidur OBB untuk rute: Frankfut - Amsterdam, Leipzig - Praha, dan Ulm - Munich. Dalam presentasi yang diselenggarakan oleh OBB bersama DB pada 7 Oktober, akan ada 6 trayek kereta tidur Nighjet dari OBB yang mulai beroperasi pada 11 Desember 2016. Untuk mendukung operasional ini, OBB menginvestasikan 40 juta euro untuk membeli 42 kereta tidur dan 15 kereta kuset dari DB. Kereta-kereta bekas ini akan direfurbish terlebih dahulu sebelum mulai berdinas di 6 trayek kereta tidur baru, sekaligus menggantikan armada lama OBB untuk trayek Wina - Bregenz dan Graz - Feldkirch - Zurich.

Adapun keenam trayek baru tersebut adalah sebagai berikut:
  • Hamburg – Berlin – Freiburg – Basle – Zürich
  • Hamburg – Munich – Innsbruck (+ layanan angkut mobil dan sepeda motor setiap hari)
  • Dusseldorf – Munich – Innsbruck (+ layanan angkut mobil dan sepeda motor 3 X seminggu)
  • Munich – Villach – Venezia
  • Munich – Salzburg – Villach – Florence – Roma
  • Munich – Salzburg – Villach – Verona – Milan

Saat ini, sekitar 1 juta penumpang menggunakan layanan kereta tidur Nightjet setiap tahunnya. Dengan pembukaan 6 trayek baru Nightjet, OBB berharap jumlah penumpang dapat bertambah hingga 2,8 juta penumpang setiap tahunnya. Sementara itu Direktur Lalu Lintas dan Transportasi DB, Berthold Huber memberikan pernyataan yang positif terhadap ekspansi OBB ini. Huber mengatakan, konsep perjalanan malam yang ditawarkan oleh kedua perusahaan (DB dan OBB-red) memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan mereka. "Penumpang dapat memilih, perjalanan malam di kursi yang nyaman dengan IC/ICE kami, atau cara klasik dengan kereta tidur dan kuset OBB," tutur Huber.

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

Disarikan dari:
Railjournal
Global Rail News

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment