testimoni

testimoni

KAI Heritage Mengadakan Syukuran Pemindahan Lokomotif D52099 dan D1410 ke Solo


Lokomotif D52099 yang akan dihidupkan dan dipindahkan ke Solo
KAI Heritage

[20/10/16]. Dua lokomotif uap koleksi Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yakni D52099 dan D1410 rencananya akan dipindahkan ke Solo dan dihidupkan kembali. Rencana ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 2015 lalu. Pemindahan dan penghidupan kembali ini dilakukan guna mewujudkan rencana Pemkot Solo untuk menjadikan Kota Solo sebagai Kota Heritage.

Pada hari Selasa (4/10) lalu, Unit Pelestarian Benda dan Bangunan PT KAI atau biasa disebut dengan KAI Heritage mengadakan acara syukuran menjelang pemindahan dua lokomotif uap bersejarah ini dari Museum Transportasi TMII ke Solo. Acara syukuran ini dihadiri oleh Vice President Preservation & Museum KAI Saefudin, Manager PT KALOG Odang Bhakti, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Sapto Hartoyo, Dirops & Pengembangan TMII Maulana Cholid, dan Kepala Museum Transportasi TMII Danang Setyo Wibowo.

Doa bersama dipimpin oleh Ustad Haji Mahfud Mustofa untuk memohon keamanan dan kelancaran pengiriman dan penghidupan kembali kedua lokomotif ini kepada Yang Maha Kuasa. Setelah doa bersama selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Sapto Hartoyo dan potongan tumpeng diserahkan kepada VP Preservation & Museum PT KAI Saefudin.

Penyerahan tumpeng yang dilakukan oleh SM Humas Daop 1 Jakarta kepada VP Preservation & Museum PT KAI
KAI Heritage

Saefudin mengatakan lokomotif D52099 dan D1410 ini akan dikirimkan ke Solo pada Oktober ini mengikuti permintaan dari Pemkot Solo yang ingin menjadikan Kota Solo sebagai Kota Heritage. Rencananya setelah kedua lokomotif uap ini dihidupkan kembali, nantinya kedua lokomotif ini akan digunakan untuk menarik rangkaian kereta wisata.

Kota Solo sendiri sebelumnya sudah pernah mendatangkan lokomotif uap untuk menarik kereta wisata, yakni lokomotif C1218 yang didatangkan dari Museum Ambarawa pada tahun 2009. Lokomotif C1218 sendiri beroperasi menarik 2 kereta kayu berjenis CR. Kereta wisata ini diberi nama "Sepur Kluthuk Jaladara". 

Sepur Kluthuk Jaladara sendiri beroperasi setiap weekend (Sabtu dan Minggu) dengan rute perjalanan Purwosari-Solo Kota melewati Jl. Slamet Riyadi, kereta wisata ini berhenti di sejumlah objek bersejarah di Kota Solo seperti Rumah Dinas Walikota Solo atau biasa disebut Loji Gandrung, Ngarsopuro, Keraton Solo, dan Gladak.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
 
   

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment