testimoni

testimoni

PT KAI akan Mengekspor Kereta "Bekas" ke Myanmar

K3 eks. MCW yang diisukan akan diboyong ke Myanmar

[18/10/16]. Kemajuan yang pesat dari perkeretaapian Indonesia ternyata menarik perhatian sejumlah negara. Pembelian armada baru menjadi prioritas PT KAI saat ini untuk memperbaiki layanan kereta apinya. Namun sayangnya dengan hadirnya armada baru tersebut secara otomatis akan menyingkirkan armada-armada lama yang sudah uzur. Dari armada yang uzur itu, banyak diantaranya masih layak operasi dan sayang untuk dirucat.

Oleh karena itu, PT KAI berencana untuk mengirim rangkaian-rangkaian tuanya agar bisa mendapatkan "kehidupan kedua" di negara lain, sama seperti yang dilakukan oleh Jepang selama ini. Dan negara yang akan menjadi rumah kedua bagi armada-armada tua itu adalah Myanmar. Melalui ASEAN Railway Conference yang diadakan di Yogyakarta, PT KAI menjajaki kerjasama dengan Myanmar untuk mengembangkan pembangunan perkeretaapian di sana.

Dilansir dari Viva, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengatakan bahwa Indonesia memiliki armada kereta dengan usia di atas 20 tahun yang bisa dioperasikan di Myanmar. Prasetyo juga mengatakan armada-armada kereta tersebut sebelumnya akan diperbaiki dulu sebelum akhirnya mereka bisa mendapatkan "kehidupan kedua" di Myanmar.

Prasetyo juga mengatakan bahwa PT KAI memiliki 600 armada kereta tua yang bisa diperbaiki dan dikirim ke Myanmar untuk dioperasikan di sana. Prasetyo juga mengatakan apabila kerjasama ini berhasil, maka PT KAI bisa menjadi operator kereta api di sana bersama dengan Myanmar Railway.

ASEAN Railway Conference ke 38 yang diadakan di Yogyakarta ini diikuti oleh tujuh operator kereta api yang ada di Asia Tenggara. Operator-operator tersebut diantaranya adalah PT KAI, Kereta Tanah Melayu Berhad (KTMB) Malaysia, State Railway of Thailand, Vietnam Railway, Lao Railway Authorities Laos, Myanmar Railway, dan Royal Railway of Cambodia. Pertemuan ini diadakan untuk meningkatkan kerjasama dan perkembangan perkeretaapian di Asia Tenggara.

Kabar mengenai rencana pengiriman kereta bekas ke Myanmar yang dilakukan oleh PT KAI sebenarnya sudah berhembus di kalangan railfans Indonesia belakangan ini. Beragam spekulasi menyeruak di antara railfans mengenai rangkaian apa yang akan dikirim ke Myanmar tersebut. Beberapa menyebutkan bahwa rangkaian-rangkaian kereta buatan tahun 1960an akan dikirim ke Myanmar. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa K3 eks. MCW milik Dipo Kereta Bandung dan Rangkasbitung juga akan dikirim ke Myanmar. Jadi yang manakah yang benar? Kita lihat saja nanti.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment