testimoni

testimoni

Selfie di Viaduct, Seorang Pemuda Terserempet Kereta Api di Malang

Kampung Warna-Warni di Malang yang saat ini tengah menjadi spot selfie favorit di Malang
Jeep Bromo

[28/10/16]. Selfie atau swafoto saat ini tengah menjadi trend di kalangan anak muda. Terlebih saat ini banyak spot-spot untuk swafoto yang menarik, terutama di Kota Malang. Saat ini, Kampung Warna-Warni yang bernama asli Kampung Juanda tengah menjadi destinasi swafoto yang menarik di Kota Malang.

Kampung ini awalnya hanyalah permukiman padat dan kumuh di tepian Sungai Brantas. Ide mewarnai rumah-rumah di kampung ini datang dari seorang mahasiswi salah satu PTS di Kota Malang, Nabila yang pada saat itu tengah mengerjakan tugas akhir. Banyak turis berdatangan untuk berswafoto ria di kampung ini. 

Namun sayangnya, tren swafoto yang ini tidak diiringi dengan kesadaran mereka untuk menjaga keselamatan mereka. Seringkali mereka membahayakan diri mereka sendiri seperti berfoto di atas Jembatan Kali Brantas yang tinggi dan masih aktif dilintasi kereta hanya demi mendapatkan like dari orang-orang yang melihat foto mereka di media sosial.

Tindakan berfoto seperti itu sangatlah berbahaya karena mereka bisa saja tertabrak kereta yang melintas. Seperti yang terjadi pada Abdul Karim asal Muharto, Malang, Jawa Timur. Dilansir dari Tribunnews, pemuda berusia 22 tahun ini mengalami luka di bagian kepala setelah tersambar kereta api yang tengah melintas di viaduct Jalan Juanda, Jodipan, Blimbing, Malang, Jawa Timur.

Kejadian bermula saat korban bersama empat orang temannya pulang dari Kampung Warna-Warni atau Kampung Juanda dengan berjalan kaki menyusuri jalur kereta api. Di saat itu dirinya sempat berswafoto pada saat kereta hendak melintas. Nahas, dirinya tak sempat menyelamatkan diri dan terserempet kereta.

Hasan, warga setempat menuturkan bahwa korab terpental ke samping rel. Teman-teman korban turun dari viaduct untuk meminta pertolongan kepada warga. Warga yang mendengar permintaan tolong itu langsung naik ke atas viaduct dan membawa Karim yang terluka parah ke Rumah Sakit Panti Nirmala.

Selama kurun waktu Oktober ini, insiden terserempet kereta api akibat berswafoto di Malang ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya pada tanggal 16 Oktober lalu, sepasang remaja terserempet kereta api Bogowonto relasi Lempuyangan-Pasar Senen pada saat berswafoto di depan Terowongan Kebasen. Akibat peristiwa ini, salah seorang korban yang diketahui bernama Tri Wahyuni tewas setelah dibawa ke RSU Margono Soekarjo, Purwokerto. Sedangkan korban lain bernama Iqbal Ramadhan mengalami luka serius.  


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment