testimoni

testimoni

SMRT akan Membongkar Jalur LRT Bukit Panjang dan Menggantinya dengan Bis

Rail Travel Station

[6/10/16]. Di saat Indonesia tengah membangun jalur LRT di beberapa kota seperti Jakarta dan Palembang, di negara-negara lain saat ini tengah membongkar sejumlah jalur-jalur keretanya dan menggantinya dengan Bus Rapid Transit (BRT). Sebagai contoh Shanghai yang membongkar jalur MRTnya dan menggantinya dengan bus, atau Filipina yang berencana akan membongkar jalur MRT2 Manila dan menggantinya dengan bus.

Seolah ingin mengikuti jejak kedua negara itu, Singapura juga berencana akan membongkar salah satu jalur LRTnya dan menggantinya dengan BRT. Dilansir dari Today Online, perusahaan operator MRT Singapura, SMRT, berencana akan membongkar Jalur LRT Bukit Panjang dan menggantinya dengan Bus Rapid Transit.

Hal itu disampaikan oleh Direktur SMRT Lee Ling Wee melalui blog resmi SMRT pada hari Senin (3/10) lalu. Pihak SMRT sendiri saat ini tengah mengkaji rencana tersebut bersama dengan Pihak Berwenang bidang Transportasi Darat Singapura. Namun Lee mengatakan dalam postingannya bahwa ada 3 opsi lain rencana pengembangan jalur ini di masa yang akan datang.

Opsi pertama adalah mengganti LRT dengan kendaraan yang menggunakan jalur pemandu lain yang dapat berjalan di jalur yang sudah ada. Opsi kedua adalah membangun jalur LRT baru dengan sistem kelistrikan dan persinyalan baru. Dan opsi ketiga adalah memperbaharui sistem Bombardier yang sudah ada dengan memperbaharui sistem persinyalan dan kelistrikannya.

Dia juga menambahkan dalam postingannya bahwa ada opsi keempat rencana pengembangan jalur ini di masa depan, yakni dengan membongkar rel LRT dan menjadikan bekas jalurnya menjadi jalur BRT. Lee juga mengatakan bahwa dengan mengganti LRT dengan BRT dapat meningkatkan kapasitas angkut. Dia membandingkan kapasitas LRT yang hanya bisa mengangkut 105 penumpang saja dalam sekali jalan, dibandingkan dengan bus tingkat yang dapat mengangkut sampai dengan 130 penumpang dalam sekali angkut.

Rencana-rencana ini dibuat menyusul gangguan perjalanan yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk sementara, SMRT akan menjalankan rencana jangka pendek untuk mendukung operasional seperti mengganti bantalan rel, menyesuaikan pengaturan motor pengendali, serta melakukan uji angkut untuk mencegah gangguan seperti beberapa waktu lalu. Serta menyelesaikan masalah antrian yang seringkali terjadi dengan memperbaharui persinyalan, armada kereta, serta infrastruktur pendukung kereta.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment