testimoni

testimoni

Pembangunan Fisik LRT Jakpro akan Dilakukan Januari 2017

Armada milik LRT Manila
Inquirier Lifestyle Series

[9/12/16]. Setelah hampir 3 bulan tanpa terlihat batang hidungnya, akhirnya kini ada kejelasan mengenai kapan Jalur LRT Jakpro Fase 1 dari Kelapa Gading hingga Velodrome Rawamangun akan dibangun. Dilansir dari Sindonews, pembangunan fisik dari jalur LRT Jakpro Fase 1 ini rencananya akan mulai dilakukan pada Januari 2017 mendatang.

Project Director LRT Jakpro Allan Tandiono mengatakan bahwa saat ini pembangunan LRT Fase 1 sudah melalui tahapan penunjukan langsung kontraktor setelah melalui sejumlah proses seleksi. Sebelumnya ada 9 kontraktor yang ingin mengerjakan proyek ini. Setelah melalui sejumlah proses seleksi, kini hanya tersisa 3 kontraktor saja yang masih harus menjalani sejumlah seleksi agar bisa mengerjakan proyek ini.

Allan mengatakan bahwa sebenarnya pengerjaan pembangunan LRT ini sudah dilakukan bahkan sejak Juni lalu, bertepatan dengan groundbreaking pada hari ulang tahun Kota Jakarta. Pengerjaan itu diantaranya adalah pengupasan jalur hijau, pengupasan pembatas jalan, pemindahan lampu penerangan jalan, serta pemasangan pagar pembatas di sepanjang jalan yang dilewati oleh proyek ini.


Namun yang cukup menghambat pengerjaan proyek ini adalah Peraturan Pemerintah no. 54/2016 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi baru terbit pada 22 November 2016 lalu. Allan juga mengatakan bahwa dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL) akan terbit pada bulan ini. Dia juga mengatakan bahwa masyarakat mendukung adanya proyek ini karena tidak ada pembebasan lahan.

Proyek LRT Jakpro Fase 1 ini rencananya akan memiliki panjang 6 kilometer yang membentang dari Kelapa Gading hingga Velodrome Rawamangun. Nantinya akan ada 6 stasiun perhentian di mana jarak antar stasiun sejauh 1 kilometer. Proyek jalur LRT ini dibangun tak hanya untuk mengurai kemacetan di kawasan Kelapa Gading dan Rawamangun, tapi juga untuk mendukung perhelatan olahraga se-Asia yakni Asian Games yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang.

Pada awal pengoperasian LRT Fase 1 ini, nantinya Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub akan memberikan subsidi berupa PSO pada penyelenggaraan sarana perkeretaapian.

Pengerjaan fisik proyek ini bisa dibilang terlambat 3 bulan lamanya. Awalnya pengerjaan proyek ini akan dimulai pada September lalu. Namun karena menunggu terbitnya sejumlah regulasi agar pengerjaan proyek ini bisa dilakukan. Meskipun terlambat, Jakpro optimis proyek LRT ini dapat selesai tepat pada waktunya.

baca juga: LRT Kelapa Gading-Velodrome akan Mulai Dibangun September


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment