testimoni

testimoni

Perjanjian Bilateral Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura Ditandatangani

Perjanjian bilateral kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura saat ditandatangani oleh pihak Malaysia dan Singapura
Channel NewsAsia

[14/12/16]. Pembangunan jalur kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura saat ini sudah memasuki tahap penandatanganan perjanjian bilateral antar kedua negara. Dilansir dari Channel NewsAsia, penandatanganan perjanjian bilateral ini dilakukan di Kantor Perdana Menteri Malaysia di Putrajaya pada Selasa (13/12) kemarin. Perjanjian ini merupakan tahap awal dari pembangunan jalur kereta cepat antar bangsa ini.

Perjanjian bilateral ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Transportasi Singapura Khaw Boon Wan dan Menteri dalam Kementerian Perdana Menteri Malaysia Abdul Rahman Dahlan. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Setelah menandatangani perjanjian bilateral, nantinya kedua negara akan membentuk sebuah komisi yang mengurusi masalah perbatasan negara dan imigrasi yang mungkin akan sedikit terganggu akibat proyek ini. Kedua negara memiliki tanggung jawab masing-masing untuk membangun, merawat, serta memperbaiki infrastruktur sipil dan stasiun di negara mereka. 

Sebelumnya pada Juli lalu, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman atau MOU pembangunan kereta cepat lintas negara ini. Masalah negara mana yang akan menjadi pemenang tender proyek kereta cepat ini, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan siapa pemenangnya. Lee mengatakan bahwa pihaknya akan memilih yang terbaik untuk mengerjakan proyek ini. Lee juga mengatakan akan jauh lebih baik jika Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang dapat bekerja bersama untuk mengerjakan proyek ini. 

Jalur kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura ini nantinya akan memiliki jarak sejauh 350 kilometer di mana 15 kilometer jalur akan membentang di wilayah Singapura dan 335 kilometer selanjutnya akan membentang di wilayah Malaysia. Jalur kereta cepat ini akan memiliki 2 terminal yakni Bandar Malaysia di Malaysia dan Jurong East di Singapura serta 6 stasiun yakni Seremban, Ayer Keroh, Muar, Batu Pahat, dan Iskandar Puteri.

Jalur kereta cepat ini nantinya akan menyeberangi jembatan yang melintang di atas Selat Johor yang memiliki ketinggian 25 meter di atas permukaan air. Proyek ini rencananya akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Jika proyek kereta cepat ini sudah selesai, diperkirakan kereta cepat ini dapat memangkas waktu tempuh Kuala Lumpur-Singapura jadi hanya 90 menit saja.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment