testimoni

testimoni

Railfanning dan Wisata Kuliner di Cikaum

Tumpukan KRL yang sudah tidak terpakai di Stasiun Cikaum, Desember 2016
Tentunya sobat railfans sudah kenal dengan Stasiun Cikaum. Ya, stasiun ini adalah salah satu tempat peristirahatan terakhir untuk unit-unit KRL yang sudah tidak dapat digunakan lagi, baik karena kerusakan komponen atau karena kecelakaan, atau karena pengurangan stamformasi kereta yang kemudian kereta yang dilepas dijadikan bahan kanibal. Selain Cikaum, juga terdapat Dipo Depok serta Stasiun Purwakarta yang juga ada tempat peristirahatan KRL yang sudah tidak dapat digunakan lagi.

Jika sebelumnya RE Digest pernah membahas cara menuju Cikaum menggunakan kereta api dan angkutan umum lainnya. Pada artikel ini, tim REDaksi akan mengulas secara lengkap dan tuntas perjalanan tim REDaksi ke Stasiun Cikaum, mulai dari menuju Cikaum, di Cikaum, berwisata kuliner di sana, hingga akhirnya pulang ke Jakarta. Penasaran kan? Baca terus artikel ini, eksklusif di RE-Digest!
Menuju Cikaum

Setelah berbagai diskusi untuk menetukan kapan jadwal yang pas untuk melakukan lawatan ke Cikaum yang perlu dilakukan akibat terutama faktor akademis akibat beda jadwal kuliah setiap anggota tim REDaksi, akhirnya diputuskan untuk melakukan perjalanan menuju Stasiun Cikaum untuk pertama kalinya pada tanggal 23 Juli 2016, dan untuk kedua kalinya pada tanggal 11 Desember 2016. 

Perjalanan ke Cikaum menggunakan mobil pribadi milik seorang rekan tim REDaksi. Meski memang terdapat beberapa pilihan transportasi umum untuk mencapai Stasiun Cikaum, apabila ada akses mobil pribadi, maka moda transportasi ini paling pas untuk digunakan karena dapat lebih fleksibel dan nyaman dalam perjalanan. Sangat disarankan pula untuk membawa teman agar perjalanan menjadi tidak sepi mengingat ini adalah perjalanan jauh.

Jika sobat railfans berangkat dari Jabodetabek, maka jalan tol Jakarta-Cikampek tentunya menjadi ruas jalan pertama yang dilalui. Sebagai bonus, pada perjalanan pertama pada tanggal 23 Juli, tim REDaksi dikejutkan dengan menemukan rongsokan pesawat Boeing 737 Batavia Air di Rest Area Km 54 di Tol Jakarta-Cikampek dibawa oleh truk, mungkin untuk dijadikan suatu hal lain. Sebuah ironi memang karena tim REDaksi kala itu juga memang mempunyai tujuan tempat rongsokan, meski rongsokannya adalah rongsokan KRL. Setelah melalui jalan tol Jakarta-Cikampek, terus saja lurus hingga masuk ke jalan tol Cipali. Nah, untuk menuju Cikaum, sobat railfans bisa keluar di pintu tol Kalijati atau pintu tol Subang. Kalau tim REDaksi sarankan sih, keluar pintu tol Kalijati saja karena lebih dekat dan mudah untuk menuju Cikaum.
Berniat mengunjungi rongsokan KRL, eh dapet bonus rongsokan pesawat pula
Apabila sobat railfans tidak memiliki mobil pribadi, sobat railfans juga dapat menuju Stasiun Cikaum dengan menggunakan sepeda motor. Mungkin, perjalanan dengan cara ini akan lebih melelahkan ketimbang menggunakan mobil pribadi, namun perjalanan dengan sepeda motor dapat menjadi lebih mengasyikkan. Rute perjalanan dengan sepeda motor pun akan lebih banyak menemui sisi rel KA, seperti misalnya di Cikarang, Lemahabang, Kedunggedeh, dan Cikampek, karena melewati Jalan Kalimalang hingga tembus di Jalan Pantura Bekasi-Cikampek. Setelah sampai di Cikampek, sobat railfans memiliki dua pilihan jalan. Sobat railfans bisa terus lewat Pantura sampai Pamanukan, lalu belok kanan ke arah Pegaden, atau belok kanan di Cikampek menuju ke arah adang-Purwakarta, dan di Sadang belok kiri menuju Subang yang merupakan jalan tercepat untuk rute sepeda motor.

Setelah perjalanan kurang lebih tiga jam yang melelahkan tapi mengasyikkan (Ya selama tidak ada dari pembaca yang harus buang hajat di musala ya...), tibalah pembaca di Stasiun Cikaum. Ukuran stasiunnya kecil, bahkan dari depan tidak ada plangnya sama sekali. Seakan menegaskan bahwa memang stasiun ini bukan untuk naik/turun penumpang dalam keadaan normal.
Bangunan Stasiun Cikaum. Tidak ada tanda bahwa ini adalah sebuah stasiun kecuali plakat aset KAI.
Sebelum tim REDaksi melanjutkan aktivitas di Stasiun Cikaum, perlu dilakukan ijin terlebih dahulu. Sehubungan Stasiun Cikaum adalah stasiun kecil, perijinannya tidak sulit. Cukup ijin baik-baik dengan petugas keamanan dan kepala stasiun, dan kemudian setelah diarahkan untuk mengisi buku tamu, maka tim REDaksi diijinkan untuk melakukan aktivitas di Stasiun Cikaum. Tentu saja dalam menjalankan aktivitas ini tim REDaksi wajib menjaga amanah yang sudah diberikan oleh bapak kepala stasiun yaitu menjaga keselamatan.

Menjelajahi rongsokan

Catatan: Kondisi rongsokan KRL di Stasiun Cikaum saat ini sudah berubah total dengan rangkaian yang dijejer memanjang dibuat menumpuk, sehingga tidak lagi diperkenankan untuk masuk ke dalam rangkaian yang sudah ditumpuk tersebut.
Gedung Stasiun Cikaum dari dalam emplasemen
Sisi lain gedung Stasiun Cikaum
Dengan kondisi rongsokan yang sudah teronggok selama dua tahun di Cikaum, terekspos dengan cuaca dan tentu juga tangan-tangan jahil, maka memang perlu kehati-hatian untuk menjelajah karena selain banyak kursi-kursi lepas yang berada di lantai, juga terdapat risiko terantuk pegangan tangan yang bengkok sampai patah, tersandung karena beda ketinggian, hingga terjebols ke lubang akses motor traksi.

Selain itu karena kondisi rangkaian yang pengap dan panas, akan diperlukan botol air minum. Jika ingin duduk, selalu lihat keadaan permukaan yang akan diduduki, syukur-syukur jika ada kursi yang masih ada pada tempatnya (Kebanyakan kursi sudah dilepas, sisa sandaran kursinya yang bertahan). Dan tentu saja, jangan meninggalkan barang sembarangan.

Sekali lagi: Keselamatan dan Keamanan adalah utama

Selebihnya akan lebih asyik untuk menceritakan aktivitas di sini dengan gambar saja.
Tumpukan bogi KRL
Sisa dari potongan KRL seri 203, di sebelah kiri gambar adalah 7021 
Interior potongan salah satu KRL seri 7000  

Tangga darurat pada kereta 7021
Rongsokan sebelah barat dengan kepala rangkaian 6112F dan 05 107F beserta beberapa kereta dari berbagai jenis KRL
Sebuah mimpi yang tidak akan pernah terwujud bagi 7117F: Operasi 10 kereta
Lucunya banyak rangkaian aktif yang logonya malah lebih tidak terawat
Seiring dengan berubahnya kondisi waktu dan makin banyak rangkaian KRL yang dirucat di Stasiun Cikaum, maka keadaan rongsokan pun harus disesuaikan untuk menghemat lahan. Pada perjalanan tim REDaksi yang kedua pada tanggal 11 Desember 2016, hasil yang didapatkan cukup mengejutkan: Rongsokan KRL di Stasiun Cikaum yang sebelumnya dijejer memanjang justru pada akhirnya ditumpuk juga seperti yang ada di Stasiun Purwakarta, sehingga tim REDaksi tidak lagi diperkenankan masuk ke dalam rangkaian KRL, kecuali KRLI di sebelah ujung barat Stasiun Cikaum yang pada saat kunjungan kedua masih terjejer sejajar dengan rel, entah kapan akan ditumpuk juga.

Berikut foto-foto setelah terjadi perubahan keadaan rongsokan KRL pada kunjungan kedua:
Setengah rangkaian 6281F yang belum lama tiba, menunggu ditumpuk
Tumpukan Toei 6000, KRL Rheostatik, KRL Hitachi, dan KRL 103
Rongsokan KRLI Prajayana. Berbeda dengan KRL eks Jepang yang boginya dilepas, KRLI diletakkan dengan bogi masih terpasang.
Interior KRLI Prajayana
Pengangkatan kereta 6275 ke tempat peristirahatan terakhir
Pengangkatan kereta selanjutnya, 6276
Beberapa rangkaian yang aslinya berada di Barat sekarang ditumpuk di Timur
Hunting di Stasiun Cikaum

Tidak hanya menjelajahi rongsokan di Stasiun Cikaum saja, tim REDaksi juga melakukan aktivitas hunting di Stasiun Cikaum. Tengah hari sampai sore hari merupakan waktu terbaik untuk hunting di Stasiun ini, dikarenakan traffic kereta api sedang ramai baik yang keluar dari arah Cikampek maupun yang akan masuk ke Cikampek.

Di sekitar emplasemen stasiun adalah spot jalur lurus yang bagus dengan bidang pandang yang luas. Akan tetapi, berhati-hati di jalur 4 karena jalur ini amat sering digunakan ketika ada KA barang disusul, baik dari barat maupun timur, dikarenakan jalur 1 panjang sepur beloknya terbatas.
Tidak ada yang lebih menyebalkan dibanding mengharapkan Argo Lawu menggunakan K1 2016, disambutnya dengan K1 2008
Masih baru sepertiga lebih perjalanan yang ditempuh KA Krakatau tujuan Kediri ini
KA Sawunggalih melintas pelan di jalur 3 Stasiun Cikaum, di samping rangkaian Toei 6281F. Masih ada pemberlakuan taspat emplasemen di Stasiun ini akibat dari kejadian anjloknya KA barang beberapa waktu yang lalu.
Pintu sambungan bangkai KRL pun bisa dimanfaatkan untuk menciptakan frame pada foto
Memotret rangkaian dari pintu rangkaian KRL (Kondisi belum dilakukan pengangkatan, jadi tidak dilarang masuk)
Sama dengan di atas, tetapi dari arah Jakarta. Bonus pasangan bahagia.
Kesempatan langka untuk memanfaatkan framing seperti ini
Ketika Menoreh bersanding dengan Toei 6281F
Berwisata kuliner
Kedai Sa'Ati "Saung Abah" yang terletak tak jauh dari Stasiun Cikaum
Lapar saat hunting?  Jangan khawatir!  Sekitar 800 meter dari stasiun ada sebuah rumah makan yang enak dan murah dan pastinya ramah dengan kantong railfans. Rumah makan ini bernama Kedai Sa'ati Saung Abah. Rumah makan ini menyediakan beberapa menu yang murah dan enak. Seperti pecel ayam,  pecel lele, pecel bebek, nasi goreng, mie goreng, dan kwetiau.
Pecel ayam yang disajikan di rumah makan ini
Harganya pun relatif terjangkau bagi kantong para railfans. Untuk pecel ayam dan es teh manis dipatok hanya seharga Rp 20.000. Sedangkan pecel bebek dan es teh manis hanya seharga Rp 22.000 saja. Rasanya? Sangat enak. Namun jika kalian sedang tidak ingin makan nasi, di seberang Kedai Sa'Ati "Saung Abah" ini terdapat sebuah warung bakso dan mie ayam yang kami sendiri tidak tahu bagaimana rasanya karena kami belum pernah mencobanya.

Meskipun perjalanan kali ini ditempuh menggunakan mobil pribadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai perjalanan. Pertama, pastikan anda sudah memperhitungkan biaya perjalanan dengan baik. Hitunglah segala pengeluaran yang diperlukan selama perjalanan seperti misalnya bensin, tarif tol, hingga biaya makan dan minum. Kedua, rencanakan perjalanan ke Cikaum dengan matang. Ketiga, patuhi peraturan lalu lintas, gunakan sabuk pengaman, dan jangan mengemudi secara ugal-ugalan karena bisa membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain.

Semoga tips yang telah kami bagikan di atas dapat bermanfaat bagi anda.

Have a nice trip!

Catatan: Semua aktivitas di Stasiun Cikaum telah mendapat ijin dari pihak berwenang

Tim REDaksi

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment