testimoni

testimoni

Russia Berencana Memperpanjang Trans-Siberia Sampai Hokkaido

Sebuah kereta api Trans-Siberia saat melintas di tepian Danau Baikal
Russian Trains

[14/12/16]. Pemerintah Federasi Russia berencana akan memperpanjang jalur kereta api Trans-Siberia hingga ke Hokkaido. Dilansir dari Asahi, Pemerintah Russia dan Jepang akan mengadakan pertemuan pada tanggal 15 dan 16 Desember ini guna meminta pihak Jepang untuk mendukung rencana perpanjangan Trans-Siberia sampai ke Hokkaido.

Pihak Russia sendiri meminta kerjasama dengan Jepang di bidang teknologi dan beberapa keperluan lainnya untuk mewujudkan rencana ini. Rencana perpanjangan Jalur Trans-Siberia ini bukan hanya sekedar memperpanjang rute saja, melainkan juga untuk memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini terpisah akibat sengketa di Kepulauan Kuril dan Sakhalin. 

Nantinya akan dibangun jalur penghubung antara Pulau Sakhalin dengan Hokkaido. Penghubungan Sakhalin dengan Hokkaido ini sudah dimasukkan dalam 18 proyek prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pengembangan Wilayah Timur Jauh Russia pada Oktober lalu. Diperkirakan proyek tersebut akan menghabiskan dana sekitar 1 Triliun Ruble atau sekitar 219 Triliun Rupiah.

Rencana perpanjangan rute Trans-Siberian ini pun juga didukung oleh sejumlah pemerintah daerah di Hokkaido yang jalur kereta apinya terancam ditutup oleh JR Hokkaido akibat merugi. Walikota Wakkanai Hiroshi Kudo mengatakan bahwa proyek ini dapat menyelamatkan Jalur Soya dari kematian. Dia berharap negosiasi antara pihak Russia dan Jepang ini bisa berhasil. Jalur Soya sendiri menghubungkan antara Stasiun Ashikawa dengan stasiun paling utara di Jepang, Stasiun Wakkanai.


Ide menghubungkan Sakhalin dan Hokkaido menggunakan kereta api Trans-Siberia muncul pada saat Vladimir Putin pertama kali menjabat sebagai Presiden Russia pada tahun 2000 lalu. Pada 2011, Putin mengatakan bahwa apabila rencana ini terwujud maka Jalur Trans-Siberia akan diisi oleh kereta barang karena jalur ini terhubung dengan Jepang.

Namun sejumlah ahli berpendapat megaproyek antar bangsa ini mustahil untuk diwujudkan. Para ahli berpendapat demikian bukan tanpa alasan. Pertama, gauge standar Jepang dan Russia memiliki lebar yang berbeda jauh yakni 1067 mm untuk standar Jepang dan 1520 mm untuk standar Russia. Kedua, kontainer ukuran panjang 40 kaki atau 12 meter terlalu besar untuk melintas di terowongan di Hokkaido. 

Ketiga, angkutan barang dari Russia ke Jepang menggunakan kereta api dinilai tidak efisien dan biaya yang digunakan sangatlah besar mengingat komoditas ekspor Russia ke Jepang adalah bahan tambang seperti gas cair (LNG), minyak bumi, dan batubara yang biasanya diangkut dalam jumlah besar menggunakan kapal dari pelabuhan di timur Russia seperti Pelabuhan Vostochny.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo  
    

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment