testimoni

testimoni

Jalur Second Avenue Subway Resmi Beroperasi di New York

Antusiasme masyarakat yang membludak di Stasiun Subway 96 Street
New York Times

[5/1/16]. Setelah hampir seabad lamanya dikerjakan, akhirnya masyarakat New York bisa merasa bahagia karena Jalur Subway Second Avenue kini resmi beroperasi. Jalur ini resmi beroperasi pada Minggu (1/1) kemarin. Beroperasinya jalur ini bisa dibilang merupakan kado awal tahun bagi rakyat New York yang sudah menantikan beroperasinya jalur ini.

Beroperasinya jalur ini disambut penuh sukacita oleh masyarakat New York. Bahkan beberapa diantaranya sampai menangis bahagia atas beroperasinya jalur ini. Masyarakat New York begitu antusias ingin mencoba perjalanan perdana di Jalur Second Avenue ini. Tingginya antusiasme sampai-sampai membuat penumpang membludak sampai ke luar pintu masuk stasiun.

Peresmian jalur ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur New York Andrew Cuomo. Tak hanya meresmikan, Andrew pun juga turut dalam menaiki perjalanan perdana di Second Avenue ini. Masyarakat yang tinggal di kawasan Second Avenue pun menyambut dengan sangat baik kehadirian jalur subway ini.

Gubernur New York Andrew Cuomo saat menyampaikan pidato peresmian Second Avenue
The Guardian
Sebagai contoh Pam Miller, pria yang mencoba perjalanan perdana Second Avenue Subway bersama anaknya ini menyambut baik kehadiran subway ini dikarenakan akan menambah penghasilan restoran-restoran yang ada di sekitar situ serta meningkatkan harga jual properti di kawasan itu. Lain Pam Miller lain pula Alan Behr. Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini merasa sangat senang dengan hadirnya subway ini karena dapat mempercepat waktu tempuhnya menuju kantor serta dapat menghindari kemacetan yang biasa terjadi di kawasan itu.

Namun sayangnya, di hari pertamanya beroperasi ada saja keluhan serta gangguan yang terjadi. Seperti misalnya gangguan sinyal yang terjadi di Stasiun 63rd Street pada pukul 12 siang, pemeberitahuan stasiun yang kurang akurat atau bahkan terlambat diumumkan, serta lift mati di Stasiun 86th Street.

Namun selebihnya, terlihat sangat bagus. Seperti misalnya bangunan stasiun yang didesain modern dan artistik. Bangunan stasiun didekorasi dengan sejumlah mural yang dibuat oleh sejumlah senimanserta lingkaran warna-warni yang ditempel di dinding stasiun. Lingkungan stasiun pun terlihat sangat bersih dan rapi, tidak seperti bayangan kita akan stasiun-stasiun New York Subway yang kotor dan penuh grafiti.

Foto-foto mozaik sejumlah tokoh ternama di New York pun juga mewarnai keindahan stasiun. Kereta tematik disiapkan untuk menyambut kehadiran stasiun ini. Di dinding luar kereta didesain menggunakan cutting sticker warna biru serta lingkaran berwarna-warni yang bertuliskan "Second Avenue Subway"di setiap keretanya.

Suasana stasiun yang modern dan bersih
The Guardian

Jalur Second Avenue yang dibuka ini merupakan fase 1 dari keseluruhan jalur. Jalur fase 1 ini membentang di pusat Kota New York dari 96th Street hingga Times Square atau W. 2nd sejauh 11,7 mil atau sekitar 18,8 kilometer melintasi pusat Kota New York hingga Manhattan. Perencanaan pembangunan jalur ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 1919 dan mulai dikerjakan pada 1940.

Namun pengerjaannya terpaksa dihentikan akibat pecahnya Perang Dunia II yang terjadi di kawasan Atlantik dan Pasifik. Bahkan beberapa jalur layang yang terbuat dari baja terpaksa dibongkar dan bajanya digunakan guna menunjang kebutuhan perang. Pada tahun 1970 setelah melalui sejumlah proses revisi, proyek kembali dilanjutkan.

Pada tahun 1974, proyek jalur ini kembali dihentikan akibat krisis finansial yang menimpa Negara Bagian New York. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan Second Avenue dialihkan untuk mendanai pembangunan jalur subway di kawasan Queen. Pada tahun 2007, proyek jalur ini pun kembali dilanjutkan melalui pembangunan Second Avenue fase 1 dari 96th Street hingga Times Square. Sedangkan untuk fase 2 sendiri saat ini tengah dibangun dari 96th Street hingga 125th Street dan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
The Guardian
New York Times

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment