testimoni

testimoni

Masinis JR East (Kembali) Tertidur di Jalur Joban

JR E231 saat tiba di Stasiun Kashiwa di Jalur JR Joban
Tokyo Railway Labyrinth

[8/1/16]. Insiden masinis tertidur kembali terjadi di Jalur JR Joban. Kali ini insiden terjadi pada jam berangkat kerja di Stasiun Kita Matsudo, Matsudo, Prefektur Chiba. Dilansir dari Asahi, insiden ini terjadi pada Sabtu (7/1) kemarin pukul 9.30 waktu Jepang atau sekitar pukul 7.30 Waktu Indonesia Barat. 

Peristiwa terjadi pada saat seorang masinis berusia 20 tahun yang tidak diketahui namanya berdinas kereta reguler pada pagi itu. Pada saat kereta berangkat dari Abiko menuju Kita Matsudo, masinis tersebut tertidur sebentar. Saat kereta memasuki Stasiun Kita Matsudo, kereta melewati batas berhenti. 

Menyadari kereta bablas sangat jauh, kondektur yang berada di belakang kereta sontak menarik rem darurat untuk menghentikan kereta. Akibat peristiwa ini, kereta bablas sejauh 220 meter dari batas berhenti. Setidaknya 700 penumpang terluka akibat terjatuh akibat kereta yang berhenti mendadak. Peristiwa ini menyebabkan penundaan perjalanan selama 10 menit lamanya yang berdampak pada 1.400 orang penumpang kereta.

Pihak JR East langsung memanggil sang masinis untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil investigasi diketahui bahwa sang masinis ternyata kurang istirahat dan terlalu diforsir untuk berdinas. Sehari sebelumnya, sang masinis berdinas hingga pukul 9 malam dan kembali berdinas pada pukul 4.50 pada keesokan harinya. Sang masinis mengatakan bahwa dirinya hanya tidur selama 5 jam yang membuatnya kelelahan dan tertidur saat berdinas.  

Ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya terjadi di lingkungan kerja JR East. Sebelumnya pada 30 September 2016 lalu, seorang masinis JR East juga tertidur di Jalur JR Joban, lebih tepatnya di antara Stasiun Ishioka dan Hatori. Lalu pada 2 Desember 2016 lalu, seorang masinis JR East juga tetidur di Jalur Takasaki hingga membuatnya bablas 1 stasiun.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment