testimoni

testimoni

Perusahaan Kereta Swiss Memperbaharui Lokomotif Pendorong Bergeriginya

Desain untuk lokomotif pendorong seri Stadler Tea 2/2 (kiri) dan GM 2/2 diesel electric yang dapat dioperasikan di jalur gerigi
Railway Gazette

[7/1/16]. Lokomotif diesel bergerigi. Ketika anda mendengar kalimat tersebut pasti pikiran anda langsung tertuju ke lokomotif BB 204 yang ada di Divre II Sumatera Barat. Ya lokomotif buatan Swiss Locomotive Machine Works (SLM) pada tahun 1980an ini bisa dibilang merupakan satu-satunya lokomotif diesel-elektrik bergerigi di Indonesia. 

Lokomotif ini awalnya didatangkan untuk menarik kereta angkutan batubara dari Sawahlunto hingga Padang melewati jalur Sawahlunto-Padang Pariaman yang bergerigi untuk menggantikan operasional lokomotif E10.

Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu jumlah lokomotif BB 204 ini semakin sedikit. Dari sebelumnya yang berjumlah 17 unit, saat ini hanya bersisa 4 unit saja yang masih beroperasi yakni BB 204 12 (93 02), 13 (93 03), 15 (93 05), dan 16 (93 06). Sampai saat ini tidak rencana untuk memperbaharui armada lokomotif diesel-elektrik bergerigi di Indonesia.

Lain cerita dengan yang terjadi di kampung halaman BB 204 di Swiss. Perusahaan operator kereta api Matterhorn Gotthard Bahn berencana akan memperbaharui armada lokomotif pendorong mereka. Dilansir dari Railway Gazette, produsen lokomotif asal Swiss, Stadler memenangkan tender untuk memproduksi lokomotif pendorong ini.

Pihak Matterhorn Gotthard Bahn sendiri telah menandatangani kontrak pengadaan lokomotif pendorong seri Stadler Tea 2/2 electric locomotive sebanyak 2 unit dan GM 2/2 diesel electric sebanyak 1 unit khusus jalur menanjak, serta lokomotif HGm diesel electric sebanyak 4 unit pada 23 Desember 2016 lalu.

Lokomotif dari ketiga seri tersebut akan diproduksi guna meremajakan armada lokomotif milik Matterhorn Gotthard Bahn, menstandarisasi armada non-kereta penumpangnya, serta mengurangi emisi suara dan udara. Khusus lokomotif listrik Tea 2/2 dan lokomotif diesel-elektrik GM 2/2 nantinya akan dilengkapi dengan roda gigi yang dapat digunakan pada saat menanjak di jalur bergerigi yang curam.

Matterhorn Gotthard Bahn sendiri mengoperasikan jalur kereta api dari Zermatt hingga Disentis/Muster dengan lebar sepur 1000 milimeter. Tanjakan curam di jalur ini dimuali dari Oberwald (1.366 meter dpl.) hingga Realp (1.546 meter dpl.) dengan titik tertinggi berada di Furka Pass (2.431 meter dpl.) yang berada di petak antara Muttbach Bolvedere (2.120 meter dpl.) dan Furka (2.163 meter dpl.).

Ketinggian stasiun dari Obelwald hingga Realp
okthepk

Oleh karena itu, meskipun perkembangan teknologi perkeretaapian sudah maju dan lokomotif sudah semakin kuat, MGB masih mempertahankan jalur geriginya karena tanjakannya yang sangat terjal dan ekstrim.

Nantinya, lokomotif listrik Tea 2/2 akan dilengkapi dengan remote control dan 5 baterai yang dapat digunakan di jalur yang tidak ber-LAA. Sedangkan untuk GM 2/2 dan HGm diesel electric nantinya akan ditenagai oleh mesin Mercedes Stage IIIB-compliant engine. Sedangkan sistem traksi yang digunakan nantinya akan menggunakan sistem traksi ABB.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment