testimoni

testimoni

Pesona Lintas Selatan Daop 5 Purwokerto

Stasiun Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah
Daop 5 Purwokerto identik dengan eksotisme lintas pegunungannya yang indah, dan juga terowongan Notog, Kebasen, dan Ijo yang sangat termasyur. Selain itu juga mungkin dikenal sebagai salah satu Daop dengan perjalanan kereta api angkutan bahan bakar minyak yang sibuk, selain tentunya kereta api angkutan semen yang mengangkut semen produksi salah satu perusahaan multinasional menggunakan peti kemas, satu-satunya kereta petikemas yang beroperasi di bagian selatan pulau Jawa pada saat ini.

Namun, mungkin beberapa dari anda hanya mengenal spot-spot yang bisa dibilang sudah mainstream di Daop ini, semisal spot-spot yang ada di lintas Kroya-Prupuk seperti Karanggandul, Bumiayu, Notog-Kebasen, Tumiyang, Terowongan Ijo, Kroya, dan beberapa lainnya. Padahal, sebenarnya masih banyak spot-spot yang belum terjamah atau masih sedikit sekali yang berfoto di sana. Kali ini, penulis akan mencoba membuka spot-spot baru yang berlokasi di lintas selatan Daop 5 Purwokerto, tepatnya di antara Stasiun Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak, dengan konsentrasi di wilayah Sumpiuh.
Lokomotif CC2061320 menghela KA 6 Argo Wilis menikung setelah melintasi pos perlintasan 501
Berbicara tentang Sumpiuh, siapa sih yang gak kenal sama daerah ini? Dulu, wilayah ini terkenal terutama saat musim mudik lebaran Idul Fitri, karena Sumpiuh dilalui jalan negara lintas selatan untuk lalu lintas dari dan menuju Yogyakarta, dan dikenal sebagai salah satu titik macet karena keberadaan pos perlintasan nomor 501 yang berada tidak jauh dari Stasiun Sumpiuh arah Tambak. Namun sejak adanya jalan raya lingkar yang baru yang tidak melewati perlintasan, lalu lintas saat musim mudik tidak lagi seperti dahulu. Pos perlintasan 501 ini terletak di antara dua tikungan dengan radius besar, yang memungkinkan anda memotret kereta api yang sedang menikung di sini.
KA yang sama dengan lokomotif yang sama namun dengan arah yang berbeda, KA 5 Argo Wilis difoto dari arah Sumpiuh setelah melintasi pos 501, melewati sebuah jembatan menghadapi tikungan pos 499
Bergeser sedikit ke arah Tambak, di wilayah yang termasuk wilayah Desa Kradenan ini rel kereta api memiliki posisi yang lebih tinggi dari apapun yang ada di sekitarnya. Di sebelah rel terdapat jalan desa untuk akses anda dalam memotret KA, dan juga persawahan yang dapat mempermanis foto anda. Anda dapat memotret dari sepanjang pos 501 sampai ke dekat jembatan Kali Angin yang terletak tidak jauh dari sinyal muka Stasiun Sumpiuh dari arah Tambak. Anda dapat memotret dari tengah pematang sawah, maupun dari pinggir jalan Bogangin, jalan pertama dari pos perlintasan ke arah timur yang memotong rel KA menuju arah utara melewati kolong viaduct kecil. Memang, sehari-harinya anda akan lebih sering menemui kereta penumpang di sini, dibandingkan dengan KA barang. Apabila anda ingin memotret kereta barang, maka disarankan untuk datang pagi-pagi, dan anda pun bisa memotret KA semen yang lewat setiap pagi dan sore, maupun KA avtur yang hanya lewat pada pagi hari di sini.
Kereta api Lodaya tujuan Bandung melintasi viaduct Jalan Bogangin, Kradenan, Sumpiuh. Supaya kereta tidak terhalangi oleh semboyan 8, anda dapat bergeser lebih ke arah barat atau timur untuk memotret kereta dari arah timur 
Kereta api Joglokerto, dari sisi timur jembatan Kali Angin
Kereta api Taksaka Pagi tujuan Jakarta dari tempat yang sama dengan tempat pengambilan foto kereta api Joglokerto
Kereta api ekspres pagi-siang-sore-malam Pasundan difoto dari Jalan Bogangin
Kereta api Ranggajati, KA yang bisa anda foto apabila bangun pagi
Kereta api angkutan semen tujuan Lempuyangan
Di antara Sumpiuh dan Tambak, tak jauh dari pom bensin Sumpiuh, sebetulnya ada kandidat spot yang cukup indah untuk menjadi tempat memotret KA, dengan latar depan sawah dan latar belakang bukit. Namun, latar depannya sedikit terganggu oleh pepohonan yang tumbuh. Penulis tadinya ingin berfoto di sini namun urung dikarenakan keterbatasan tersebut. Penulis akhirnya kembali bergeser menuju timur, sampai ke sinyal muka Tambak. Menuju ke sinyal muka Tambak ini, anda harus terlebih dahulu melewati jalan kampung dengan gapura bertuliskan Desa Gumelar Kidul. Di spot jalan desa ini terdapat bidang tanah yang lebih tinggi dari rel, dengan view arah Tambak yaitu tikungan, dan view arah Sumpiuh yaitu tikungan dan jembatan. Sayangnya, penulis hanya dapat memberi contoh foto kereta-kereta dari arah timur, dikarenakan belum masuk jam untuk kereta dari barat pada saat penulis memotret di sana.
Kereta api Kutojaya Selatan dari Kutoarjo
KLB Rombongan Plt Gubernur DKI Jakarta, iya sumpah ini KLB!
Bila kamera anda mampu melakukan zoom sampai cukup jauh, di sini anda bisa memotret satu rangkaian KA full dari kepala sampai ekor. Dalam bingkai, CC2061369 menghela KA 7 Argo Lawu menuju Jakarta.
Perlu dicatat, spot tikungan ini berada tepat di depan makam desa. Anda tidak perlu takut spotting di sini, namun jangan lupa untuk selalu kulonuwun sebelum anda memotret di sini, dan juga untuk menjaga sikap maupun perkataan anda supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kembali lagi ke barat, Stasiun Sumpiuh sendiri merupakan spot foto yang cukup bagus. Ini dikarenakan terdapat lapangan warga tepat di sebelah selatan stasiun yang setiap sore ramai oleh warga, sejak stasiun menjadi area steril dikarenakan berlakunya boarding pass di stasiun ini, karena Stasiun Sumpiuh melayani KA Kutojaya dan Joglokerto setiap harinya. Di dekat sinyal keluar dan pos perlintasan 499 anda dapat memotret KA dari barat dengan latar emplasemen stasiun, sedangkan dari lapangan tadi anda dapat memotret KA dari kedua arah dengan ruang pandang yang cukup luas dengan latar bangunan stasiun.
KA Kutojaya Utara dari Jakarta berangkat dari Sumpiuh
Bergeser sedikit lagi ke arah barat, di petak Sumpiuh-Kemranjen yang merupakan trek lurus ini anda juga dapat memotret KA dari kedua arah. Dan jika kamera anda mampu menginisiasi zoom cukup jauh, maka akan terlihat bahwa rel yang terlihat datar sebenarnya naik-turun. Bahkan kalau anda menggunakan kamera prosumer dengan zoom hingga 750-1000 mm, anda dapat memotret kereta api yang melintasi sinyal muka Stasiun Kemranjen pihak Sumpiuh dari dekat sinyal masuk Stasiun Sumpiuh pihak Kemranjen. Sedangkan di daerah yang lebih dekat ke Stasiun Kemranjen sendiri sebenarnya juga ada spot jembatan juga sawah, namun karena keterbatasan waktu, penulis tidak dapat menyempatkan diri untuk mengeksplorasi spot-spot tersebut. Mungkin pembaca ada yang ingin mencobanya? 
Menghadap Kemranjen. Jika jeli, anda bisa melihat sinyal muka dan keluar Kemranjen, juga sebuah KA yang akan melintas
Kereta api Fajar Utama tujuan Yogyakarta yang masih melintas Kemranjen di foto sebelumnya
Untuk menuju Stasiun Sumpiuh, apabila dari Jakarta maupun Bandung anda dapat menggunakan kereta api Kutojaya pemberangkatan Pasar Senen maupun Kiaracondong, sedangkan apabila dari arah Yogyakarta anda dapat menggunakan kereta api Joglokerto yang berhenti normal di stasiun ini. Apabila anda akan menginap, di Sumpiuh ini ada sebuah penginapan kecil untuk umum yang berlokasi di 100 meter sebelah timur pos perlintasan 501. Tarifnya sekitar 150 ribu rupiah untuk kamar AC dan kurang dari 100 ribu rupiah untuk kamar non AC. Dari depan penginapan ini, anda langsung bisa menyetop bis kecil dan menaikinya ke arah barat maupun timur, sesuai keinginan anda akan spotting kereta api di mana. Apabila ke barat, selain spot petak Sumpiuh-Kemranjen tadi, masih ada spot Pandak dan juga Kemranjen itu sendiri. Apabila ke timur, selain spot Gumelar tadi, masih ada lagi spot Pereng yang cukup tersohor, dan juga Terowongan Ijo. Selain itu juga masih banyak spot-spot yang masih tersembunyi dan belum terjamah. Happy travelling!

RED | MPSCLFJRN
Edited on 25th January 2017

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment