testimoni

testimoni

Reska Memberlakukan Larangan Membawa Makanan ke Kereta Makan

Foto tanda larangan membawa makanan ke kereta makan yang sempat diposting di Twitter Reska

[5/1/16]. Jagat Twitter dan Facebook penggemar kereta api serta penumpang kereta api jarak jauh sempat dihebohkan dengan kicauan akun Twitter resmi milik anak perusahaan PT KAI yang bergerak di bidang restorasi dan pengelolaan parkir, PT Reska Multi Usaha atau biasa disebut Reska saja. Bagaimana tidak? Di Tweet yang dipublikasikan pada Rabu (4/1) kemarin tersebut tertulis caption yang melarang penumpang untuk membawa makanan ke dalam kereta api.

Sontak caption tersebut sempat membuat penggemar kereta api dan penumpang yang membaca Tweet tersebut terkejut dan menolak pernyataan tersebut. Belum lama diterbitkan, tweet tersebut dihapus dari akun Twitter Reska.

Screenshot tweet dari akun PT Reska
istimewa

Pihak Reska pun akhirnya mengkonfirmasi disinformasi tersebut guna mengurangi keresahan di antara para penumpang dan penggemar kereta api. Reska mengonfirmasi bahwasanya larangan membawa makanan tersebut hanya berlaku di dalam kereta makan saja, tidak di seluruh rangkaian kereta.

Penumpang diperbolehkan membawa bekal atau membeli makanan sebelum berangkat dan di bawa masuk ke dalam kereta. Hanya saja, penumpang tidak diperbolehkan membawa bekal atau makanan dari luar kereta dan dimakan di kereta makan. Jika penumpang ingin makan di kereta makan maka penumpang harus membeli makanan maupun minuman dari Reska (walau sebenarnya kami tidak merekomendasikan hal tersebut).
Larangan membawa makanan ke dalam kereta makan ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak seminggu lalu. Stiker tanda larangan membawa makanan dan minuman sudah ditempel di kereta makan sejumlah kereta api jarak jauh yang ada di Jawa.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar:

  1. Andaikan saja dari awal kata2nya disusun dengan baik agar ga simpang siur

    ReplyDelete
  2. Saya gak setuju sama larangan bawa makanan dari luar ke dalam kereta makan ini. Kereta makan ini adalah fasilitas buat penumpang yg mau makan, karena dari pada makan di gerbong penumpang itu malah bisa menggangu penumpang lain apa lagi kondisi gerbong sedang penuh. Ini sepertinya pihak Reska murni memonopoli kereta makan untuk bisnis dan cari keuntungan saja, terlebih harga makanan yg ditawarkan juga termasuk mahal. Saya pernah berdebat masalah ini sama pegawai restorasi di kereta makan, tapi karena di kereta makan yg saya tumpangi waktu itu belum ada tulisan laranganya jadi saya masih bisa makan makanan yg saya bawa dari luar tapi saya tetep pesan minuman teh manis panas dgn harga 8000.

    ReplyDelete