testimoni

testimoni

Toshiba Mengincar Pasar Lokomotif Hybrid di Eropa

Lokomotif HD 300 yang merupakan salah satu lokomotif hybrid buatan Toshiba
Laman Resmi Toshiba

[10/1/17]. Di tengah persaingan pasar kereta api global yang semakin memanas setiap tahunnya. Jepang terus berusaha untuk tetap eksis dalam persaingan ini. Banyaknya kompetitor baru serta perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat Jepang terus berusaha mengembangkan teknologi kereta apinya serta melebarkan sayap ke sejumlah negara di dunia.

Salah satu pabrikan komponen kereta api ternama asal Negeri Sakura, Toshiba, sedang berusaha untuk menancapkan benderanya di Dataran Eropa. Dan ambisi itu dimulai dari sekutu Jepang, Jerman. Dilansir dari Railway Gazette, Toshiba dan Deutch Bahn mengadakan kerjasama untuk studi kelayakan serta pengembangan 100 unit lokomotif hybrid di Jerman.

Kepala Manajemen Kargo DB Jurgen Wilder mengatakan bahwa pihak DB sendiri begitu objektif untuk menambah jumlah penyuplai lokomotif barang dan suku cadangnya. Selain itu, kerjasama ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah teknologi penunjang perkeretaapian yang tidak dapat atau belum bisa diproduksi oleh Jerman itu sendiri.

DB meyakini bahwa perlambatan inovasi pada kereta angkutan barang serta sejumlah pabrikan kereta api yang tidak lagi melanjutkan pengembangan aktifitas kereta barang di bisa mengurangi persaingan di pasar kereta angkutan barang Eropa. Perusahaan konsorsium Toshiba dan perusahaan leasing, Railpool, telah sepakat untuk mengakuisi operasional serta pensiunnya lokomotif listrik DB Cargo Class 151 dan 155 yang nantinya akan tetap beroperasi menjelang kehadiran 200 lokomotif baru.

Pihak DB Cargo mengatakan bahwa kerjasama ini ditujukan untuk meremajakan armada lokomotif angkutan barang mereka, terutama untuk armada lokomotif langsir. Pasalnya kebanyakan lokomotif langsir sudah mencapai usia 40 tahun lebih dan harus secepatnya diremajakan. Penggunaan lokomotif hybrid ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi DB untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya perawatan, serta menambah jumlah armada. Ditargetkan uji coba pertama akan dilakukan pada akhir 2019 mendatang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment