testimoni

testimoni

APBN Tak Sanggup Biayai Pembangunan LRT Jabodetabek

Pembangunan jalur LRT Cibubur-Cawang dilihat dari Tol Jagorawi

[7/2/17]. Kabar kurang sedap datang dari proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Pemerintah Pusat belum memutuskan skema pendanaan pembangunan LRT Jabodebek. Dilansir dari Detik Finance, skema pembiayaan pembangunan jalur LRT ini masih belum diputuskan. Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo kemarin (6/2) para menteri diminta memutuskan skemanya dalam waktu 1 minggu ke depan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengatakan bahwa sampai saat ini pembangunan jalur LRT masih didanai menggunakan APBN seperti yang diamanahkan oleh Perpres. Prasetyo juga mengatakan bahwa hal ini dirapatkan karena penggunaan APBN pada proyek ini sangat besar sehingga harus dilihat kemungkinannya seperti apa.

Prasetyo juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pendanaan selain dari APBN, mengingat dana yang digunakan terbilang sangat besar. Sehingga skema pembiayaan masih dicarikan alternatif lainnya.

baca juga:


Menurut Perpres Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Rail Light Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Pemerintah memutuskan untuk membiayai pembangunan jalur senilai Rp 23 Triliun ini menggunakan APBN.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan mempertegas Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada Adhi Karya selaku kontraktor. Pasalnya, PMN sebesar Rp 1,4 triliun tersebut tidak dapat digunakan sebagai modal kerja. Adhi Karya sendiri membutuhkan modal sebesar Rp 7 triliun untuk digunakan sebagai modal kerja.

Namun apakah proyek LRT ini akan bernasib sama seperti proyek Monorail yang berakhir dengan tiang pancang di sepanjang Jl. HR Rasuna Said? Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementrian BUMN Hambra mengatakan bahwa pembahasan skema pembiayaan pembangunan jalur LRT ini masih terus dilakukan supaya tidak mangkrak seperti Monorail.

Ground breaking proyek LRT Jabodebek sendiri dilakukan pada September 2015 lalu. Peletakan batu pertama proyek ini dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Proyek LRT Jabodebek ini memiliki rute Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Dukuh Atas pada tahap pertama. Ditargetkan proyek LRT ini dapat rampung sebelum 2019.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment