testimoni

testimoni

Ini Alasan Kenapa Penomoran KRL Eks Jepang dan KRL INKA Berbeda

Nomor seri Kemenhub pada rangkaian KRL seri 205
Di tengah pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang semakin meningkat di ibukota dan kota-kota penyangganya membuat kebutuhan akan transportasi yang murah dan cepat seperti KRL komuter semakin diperlukan. KRL komuter di Indonesia terutama di Jabodetabek bisa dibilang merupakan salah satu yang terunik di dunia. Bagaimana tidak? Armada KRL Jabodeyabek terdiridari banyak jenis, pabrikan, mesin, teknologi, hingga perusahaan asal rangkaian tersebut. Hal itulah yang membuat rangkaian KRL di Indonesia berwarna-warni. 

Mayoritas rangkaian KRL yang beroperasi di Indonesia adalah rangkaian KRL bukan baru (eks) dari Jepang. Karena rangkaian bukan baru dari Jepang, maka secara otomatis rangkaian tersebut membawa nomor seri mereka semasa masih beroperasi di Jepang. Namun sejak 2013 lalu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub mewajibkan rangkaian KRL eks Jepang untuk menggunakan penomoran standar Indonesia.

Rangkaian-rangkaian ini diberi kode K1 yang berarti rangkaian KRL kelas Eksekutif. Namun anda akan menemukan hal yang berbeda pada KRL-I 9000 alias KFW. Rangkaian KFW memiliki kode K3 1 berarti rangkaian KRL kelas Ekonomi. Lantas apa yang membuatnya berbeda? Apakah riwayat KRL Express di masa lalu membuat penomoran mereka berbeda?
Nomor seri Kemenhub pada KRL KFW
Perbedaan yang terjadi pada penomoran KRL i9000 dan KRL eks Jepang adalah dikarenakan pada saat KFW dipesan oleh Kemenhub, Kemenhub hanya boleh mengadakan sarana perkeretaapian angkutan penumpang yang diperuntukkan untuk rakyat, yang identik dengan kereta kelas 3. Itulah mengapa KRL i9000 dan KRL Holec AC menggunakan kode K3. Sedangkan, penggunaan K1 merupakan kebiasaan dari sejak kepengurusan KRL masih dipegang oleh Divisi Jabotabek, di mana KRL Toei 6000 yang sehari-harinya berdinas sebagai KRL Ekspres diberikan imbuhan KL1, mengikuti KRL Rheostatik AC dikarenakan memiliki fitur pendingin udara dan juga didinaskan pada layanan yang sama. Sampai tahun 2006, KRL AC masih identik dengan layanan ekspres. 

Namun, ketika KRL Ekonomi AC lahir, tidak serta merta mengubah penomoran KRL AC menjadi KL2 apalagi KL3. Bahkan di beberapa rangkaian KRL seperti pada hampir semua rangkaian Toei 6000 dan rangkaian KRL seri 103 waktu masih berwarna putih, di tahun 2011-2012 setelah menjalani perawatan akhir lengkap, KRL-KRL ini menggunakan kotak penomoran seperti pada kereta penumpang jarak jauh, namun nomornya ditulis dengan "KL1-nomor kereta". Penomoran KRL AC tetap menggunakan KL1 sampai peraturan berubah menjadi K1 hingga saat ini.

Namun, KRLI yang juga merupakan KRL pesanan Kemenhub justru menggunakan penomoran K1 setelah peraturan tentang penomoran sarana perkeretaapian diubah. Kenapa demikian? Ini dikarenakan pada saat itu Kemenhub (masih bernama Dephub) memesan KRL ini untuk didinaskan pada layanan ekspres, sehingga penomorannya mengikuti KRL eks Jepang.

Nomor seri asli KRLI Prajayana ketika baru pertama kali beroperasi bisa dibilang sangatlah rumit, yaitu KRLI 01B01/02xx. Arti dari penomoran ini adalah:
  • KRLI merupakan singkatan dari KRL-Indonesia.
  • Angka 01 di depan merupakan tahun pembuatan kereta yaitu tahun 2001.
  • B memiliki arti KRL ini dapat mengangkut barang bagasi.
  • Angka 01 atau 02 merupakan fungsi kereta di dalam rangkaian. Apabila memiliki angka 01 maka kereta itu adalah trailer sedangkan jika angkanya 02 maka itu adalah kereta motor.
  • Sedangkan xx di belakang merupakan nomor urut kereta dari 01 hingga 08.

Nomor seri KRL-I setelah standarisasi menggunakan kode K1 1 yang berada di luar rangkaian
Nomor seri lama KRL-I yang berada di dalam rangkaian
Penomoran asli KRLI ini kemudian diadaptasikan menjadi penomoran awal KRL i9000 sebelum diganti. KRL i9000 pada awalnya memiliki kode KLB3-114xx, yang berarti:
  • KLB3 berarti kereta listrik kelas 3 yang dapat membawa barang bagasi
  • 11 merupakan tahun pembuatan yaitu tahun 2011
  • 4 merupakan jumlah motor teaksi pada kereta motor
  • xx merupakan urutan kereta

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo | MPSCLFJRN


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment