testimoni

testimoni

Kode Rangkaian KRL Seri 205 Di-Indonesia-kan

Kode rangkaian pada rangkaian BUD 78 (205-78F) eks KuRa H18
[18/2] - Anda tentu familiar dengan sebutan HaE, KuRa, dan NaHa. Sebutan tersebut merupakan sistem pengkodean rangkaian KRL berdasarkan dipo induk rangkaian KRL yang digunakan oleh JR East, pemilik awal dari rangkaian-rangkaian KRL seri 103, 203, dan 205 yang beberapa di antara rangkaian tersebut pernah atau sudah beroperasi di Indonesia. Sistem tersebut bisa dibilang menjadi suatu keunikan dari KRL-KRL JR yang ada.

Namun, pengkodean rangkaian dengan nama dipo Jepang tersebut tidak berlaku lagi setibanya rangkaian tersebut di Indonesia. Di Indonesia, biasanya rangkaian diidentifikasi lewat seri dan nomor kepalanya. Tidak berlakunya sistem Jepang tersebut juga mengakibatkan banyaknya rangkaian yang setibanya dari Jepang masih mengenakan kode rangkaian yang biasanya tergantung di sisi asisten masinis menghadap ke arah luar, setelah beberapa lama tiba di Indonesia kode rangkaian tersebut dilepas begitu saja, baik itu pada KRL seri 103, 203, maupun 205.
Rangkaian BUD 88 (205-88F) eks NaHa 4
Couple dari BUD 88, BUD 86 (205-86F) eks NaHa 2
Beruntungnya, baru-baru ini kode rangkaian tersebut kembali dipasangkan pada rangkaian-rangkaian KRL seri 205. Namun, bukan kode rangkaian Jepang yang dipasangkan, namun kode rangkaian Indonesia! Ide kreatif ini konon berasal dari salah seorang staf dipo Bukit Duri, sehingga sejauh ini baru KRL-KRL seri 205 baik formasi 10 kereta maupun 12 kereta yang berkedudukan di Dipo KRL Bukit Duri saja yang sudah dipasangkan kode rangkaian baru ini. Rangkaian KRL seri 205 yang berkedudukan di Dipo KRL Depok maupun Dipo KRL Bogor masih belum mengenakan kode rangkaian ini.

Sistem pengkodean rangkaian ini memang mengadopsi sistem Jepang, dengan sedikit perubahan. Nomor rangkaian bukan lagi nomor urutan rangkaian tersebut, namun menggunakan nomor kepala, ditambah dengan teks kecil kode dipo di bagian kanan bawah kode. Misalnya untuk rangkaian 205-86F (eks NaHa 2), kodenya adalah BUD 86 (atau 86 BUD, tergantung bagaimana preferensi anda membacanya). Teks kode berwarna hitam pada kereta kabin 205, dan berwarna putih pada kereta kabin 204.
Rangkaian BUD 22 (205-22F) eks NaHa 38
Pada awalnya, seluruh KRL seri 205 berkedudukan di Dipo KRL Bukit Duri. Semenjak kedatangan KRL seri 205 jalur Nambu formasi 6+6, KRL-KRL ini kemudian ditempatkan dengan kedudukan di Dipo KRL Depok. Hal ini dapat dilihat dari kode dipo pada kotak penomoran Kemenhub di setiap kereta, khususnya pada rangkaian Nambu atau rangkaian yang sudah menjalani perawatan akhir lengkap (PAL). Namun ketika KRL seri 6000 Tokyo Metro mulai datang kembali pada tahun 2016, yang dilanjutkan pada tahun 2017 ini, KRL-KRL seri 205 Nambu ini beberapa dialihkan ke Dipo KRL Bukit Duri, bersamaan dengan pengalihan sebagian KRL seri 205 formasi 10 kereta baik yang berasal dari jalur Saikyo maupun Yokohama ke Dipo KRL Bogor dari Dipo Bukit Duri, yang bisa dilihat di hari-hari tertentu di mana anda akan menemukan 1 rangkaian KRL seri 205 formasi 10 kereta yang dipotong menjadi 2 rangkaian dilangsir keluar Dipo Bogor ke jalur 1 Stasiun Bogor, lalu kemudian masuk lagi ke dalam dipo. Hal ini dikarenakan KRL-KRL seri 6000 tersebut ditempatkan dengan kedudukan di Dipo KRL Depok. Jadi, biasakan diri anda dengan sistem pengkodean baru ini ya!

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment