testimoni

testimoni

Menguak Stasiun Salemba, Sentral Jalur Kereta Api Jakarta Sebelum Manggarai

Siapa yang menyangka bahwa jauh sebelum stasiun Manggarai menjadi sentral jalur kereta api di Jakarta, stasiun Salemba sudah memegang peranan itu. Tidak diketahui secara pasti kapan stasiun Salemba dibangun, beberapa pengamat memperkirakan stasiun Salemba dibangun sekitar tahun 1880-an, atau tidak lama setelah jalur NIS (Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij) membuka jalur kereta api dari Batavia Noord ke Buitenzorg (Bogor).
Peta jalur kereta api di Batavia tahun 1912, memperlihatkan jalur Tanah Abang - Kramat beserta cabang-cabangnya.
Stasiun Salemba sendiri berada di jalur kereta api Tanah Abang - Kramat milik NIS, yang menjadi penghubung utama antara jalur Batavia Noord - Buitenzorg milik NIS dengan jalur Batavia Zuid - Bekasi dan lingkar barat Batavia milik SS. Jalur kereta api Tanah Abang - Kramat ini bukan melalui rute seperti yang ada sekarang, melainkan melalui Gang Lontar, Kebon Kacang, Bundaran HI dan Menteng (Jln. M. Yamin / Sutan Syahrir). Peranan stasiun Salemba adalah sebagai tempat percabangan jalur utama dari Tanah Abang, jalur cabang ke halte Pegangsaan milik NIS (lokasi berada di selatan stasiun Cikini sekarang), jalur cabang ke halte Kramat (stasiun Gang Sentiong sekarang), jalur cabang ke halte Struswijk (stasiun Kramat sekarang), dan jalur cabang menuju pabrik opium.
Peta Batavia 1912, memperlihatkan stasiun Salemba dengan cabang-cabang jalurnya. 
Pada tahun 1913, jalur Batavia - Buitenzorg dan jalur Tanah Abang - Kramat milik NIS dijual ke SS (Staats Spoorwegen). Atas pertimbangan perubahan tata kota Batavia yang lebih baik dan juga pembangunan kawasan hunian mewah New Gondangdia (sekarang kawasan perumahan Menteng), maka seluruh lintas di jalur Tanah Abang - Kramat dibongkar, kecuali jalur dari halte Pegangsaan menuju ke stasiun Salemba dan cabangnya ke pabrik opium. Berhubung seluruh jalur kereta api di Batavia sudah dimiliki oleh SS, maka direncanakanlah pembangunan jalur kereta api dari Tanah Abang ke Manggarai menyusuri kali Ciliwung seperti yang ada sekarang. 

Tahun 1914, SS membongkar stasiun Meester Cornelis Passer ex-NIS (sekarang dipo Bukit Duri) dan membangun stasiun baru yaitu stasiun Manggarai yang kita kenal sekarang. Pembangunan stasiun Manggarai selesai pada tahun 1918, dan dari Manggarai juga dibangun jalur kereta api menuju stasiun Meester Cornelis SS (Jatinegara) melalui rute seperti yang ada sekarang. Di sinilah peranan stasiun Salemba telah digantikan oleh Manggarai, sebagaimana hilangnya kekuasaan NIS di kota Batavia karena tergantikan oleh SS.

Meskipun demikian, stasiun Salemba masih beroperasi hingga tahun 1981 untuk melayani kereta api angkutan opium menyusuri jalur cabang Pegangsaan - Salemba - Pabrik Opium. Stasiun dengan kode SLB ini baru ditutup total pada 2 September 1981 karena pabrik opium berhenti beroperasi. Pabrik opium yang telah ditutup itu kini menjadi bagian dari komplek Pascasarjana Universitas Indonesia. Sangat sedikit bekas-bekas dari jalur kereta api Pegangsaan - Salemba yang masih bisa dijumpai saat ini, termasuk bangunan stasiun Salemba. Kabarnya saat ini bangunan stasiun Salemba telah dibongkar dan dibangun rumah, tetapi dalam sebuah foto tahun 2013 yang dimiliki oleh Bayu Dwi Otista, tampak bangunan stasiun Salemba masih berdiri dan dijadikan tempat tinggal. Peninggalan lainnya yang masih tersisa adalah jembatan rel kereta api di sisi barat stasiun yang kini menjadi jembatan penyeberangan warga. Jembatan besi itu masih kokoh berdiri, bahkan telah dicat ulang.

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

Disarikan dari:
[Semboyan 35] Pengadilan Jaman: Vonis untuk Jalur Tanah Abang - Kramat
[Wikipedia Indonesia] Stasiun Salemba

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment