testimoni

testimoni

Perjalanan Kereta Api di Aleppo Kembali Beroperasi Setelah 4 Tahun Berperang

Perjalanan kereta perdana di Aleppo saat melintas di sebuah tikungan di tepi timur Aleppo

[2/2/17]. Setelah 4 tahun tak beroperasi akibat perang yang berkecamuk, perjalanan kereta api ke Kota Aleppo di Suriah kembali beroperasi. Pengoperasian kembali perjalanan kereta api ini setelah koalisi gabungan Pemerintah Suriah dengan Russia berhasil membebaskan Kota Aleppo dari pasukan pemberontak.

Perjalanan perdana kereta ke Aleppo ini dilakukan pada 25 Januari 2017 lalu. Beroperasinya kembali perjalanan kereta api di Aleppo ini disambut baik oleh masyarakat Suriah, terutama bagi warga Aleppo. Hal itu bisa dilihat tiket kereta yang habis terjual. Perjalanan kereta perdana ini bisa dibilang bukanlah perjalanan yang indah. 

Puing-puing bangunan sisa perang berserakan di tepian rel. Bangunan yang runtuh menghiasi pemandangan di sepanjang perjalanan dari Stasiun Jibreen hingga Stasiun Baghdad memperlihatkan betapa kejamnya peperangan yang terjadi di Aleppo selama 4 tahun terakhir. Para penumpang yang penasaran dengan kondisi di timur Aleppo pun mengambil foto kondisi di sana dari jendela kereta menggunakan handphone mereka.

Penumpang kereta saat melihat reruntuhan bangunan di tepian rel
Warga Aleppo baik anak-anak maupun orang dewasa, berkerumun di sekitar rel dan stasiun menyaksikan kereta yang sudah lama tak menyambangi kota mereka. Tak lupa mereka mengabadikan kedatangan kereta ini menggunakan handphone dan kamera yang mereka miliki. Bendera Suriah (merah-putih-hitam) dan foto Presiden Bashar Al Assad menghiasi bagian depan kereta dan peron stasiun sebagai ungkapan terima kasih warga Aleppo yang telah dibebaskan dari pemberontak.

Foto Presiden Bashar Al Assad dan bendera Suriah menghiasi kereta dan Stasiun Jibreen

Warga yang berkerumun di Stasiun Baghdad, Kota Aleppo menyambut kedatangan kereta

Perjalanan kereta api perdana di Aleppo ini memakan waktu 1 jam dari Stasiun Jibreen di tepian timur Aleppo hingga Stasiun Baghdad di pusat Kota Aleppo. Perjalanan ini melintasi kawasan timur Aleppo yang porak poranda akibat perang. Menteri Transportasi Suriah Ali Hamoud mengatakan bahwa operasional kereta api ini dapat dilakukan setelah dilakukannya revitalisasi jalur pasca perang yang hanya memakan waktu 20 hari.

Kepala Perusahaan Kereta Api Nasional Suriah mengatakan bahwa rencananya akan ada 4 perjalanan kereta antara Stasiun Baghdad dan Jibreen setiap harinya. Setiap perjalanan dapat mengangkut 600 penumpang. Jadi jumlah penumpang per hari mencapai 2.400 penumpang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment