testimoni

testimoni

Batu Rintangi Rel di Lebakjero, Perjalanan Argo Wilis Terganggu

Batu besar yang menghadang KA 5 Argo Wilis di Lebakjero
picture by: Indrako Setiawan

[9/3]. Pernahkah anda melihat batu-batu kerikil diletakan di atas rel? Beberapa dari anda pasti pernah melihat atau bahkan menjadi pelaku keisengan tersebut. Batu kerikil ataupun balast biasanya diletakan di atas rel ketika kereta hendak melintas. Tujuannya agar batu tersebut terlindas dan menciptakan suara deru yang khas. Meskipun berbahaya, namun masih ada saja yang melakukan tindakan tersebut.

Namun apa jadinya jika batu tersebut bukanlah batu kerikil melainkan batu yang sangat besar? Itulah yang terjadi di Lebakjero pada Rabu (8/3) kemarin. Sebuah batu besar melintang di tengah rel di petak antara Lebakjero dan Nagreg. Entah dari mana asal batu tersebut, namun keberadaan batu tersebut menyebabkan perjalanan KA 5 Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung terhenti. Diduga batu tersebut berasal dari longsoran tebing di dekat jalur mengingat ukurannya yang besar.

Kereta terhenti setelah masinis melihat ada batu besar merintangi rel sekitar pukul setengah 7 malam. Beruntung kereta bisa berhenti tepat sebelum menghajar batu tersebut. Kru KA bergotong royong menyingkirkan batu tersebut dari tengah rel supaya kereta bisa melanjutkan perjalanan. Kereta terhenti selama kurang lebih setengah jam. Perjalanan kembali dilanjutkan sekitar pukul 7 malam.

Akibat peristiwa ini, KA 5 Argo Wilis yang seharusnya tiba di Bandung pada pukul 19.06 terlambat selama 51 menit. Kereta baru tiba pada pukul 19.57. Sekop pada cowcatcher lokomotif CC 206 13 01 yang menghela KA 5 pada saat itu terpaksa dicopot untuk mempermudah proses penyingkiran batu.  

Sekop pada cowcatcher CC 206 13 01 yang dicopot
picture by: Indrako Setiawan

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment