testimoni

testimoni

Inilah Aturan Terbaru Memotret di Stasiun

Sepasang railfans yang tengah memotret kereta api di stasiun

[31/3]. Suka hunting di stasiun? Namun anda takut "ditepok" atau ditangkap di stasiun karena memotret kereta api? Kini anda bisa bernafas lega karena telah ada aturan baru mengenai aktifitas fotografi atau hunting di stasiun. Aturan ini dikeluarkan oleh PT KCJ dan tengah disebar ke sejumlah stasiun di Jabodetabek. Aturan ini dikeluarkan akibat keresahan yang terjadi di kalangan railfans dan penumpang 

Apa sajakah aturannya? Apakah perlu izin dari humas? Jika fotografi yang dilakukan hanya sebatas foto biasa masih diperbolehkan. Peralatan yang digunakan pun boleh menggunakan kamera handphone, action cam, hingga prosummer dan DSLR. Hanya saja, pemotret tidak diperkenankan untuk menggunakan peralatan profesional seperti tripod, flashlight, dan microphone.

Selain itu, ada beberapa area yang dibebaskan untuk memotret seperti toilet, mushola, gate, loket, area peron, dan di dalam KRL. Ada juga beberapa area yang "diharamkan" untuk aktifitas fotografi seperti ruang PPKA, ruang kepala stasiun, penyebrangan penumpang, ruang loket atau staf, ruang PAP, dan di depan garis batas aman peron kecuali mendapat izin dari humas.

Terkhusus bagi awak media, diharuskan memiliki surat perintah dari media tempat ia bekerja. Bilamana tidak memiliki surat perintah, maka awak media harus mendapat persetujuan dari kepala stasiun setempat melalui humas daop maupun KCJ. Berikut adalah tata tertib memotret di stasiun yang diterbitkan oleh KCJ yang ditempel di Stasiun Rawa Buntu.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment