testimoni

testimoni

Kereta Bawah Tanah Hamburg Diserang Dengan Gas Air Mata

Petugas Kepolisian saat sedang mencari 2 orang pelaku penyerangan gas air mata
news.com.au

[12/3]. Serangan teror terhadap kereta api kembali terjadi di Jerman. Kali ini serangan gas air mata terjadi di kereta bawah tanah Hamburg. Dilansir dari news.com.au, penyerangan terjadi pada kereta komuter dengan tujuan Bandara Hamburg di Stasiun Sternschanze. Penyerangan dilakukan oleh 2 orang pemuda yang masih belum diketahui identitasnya dan dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

Peristiwa terjadi pada saat 2 pelaku menyemprotkan gas air mata di dalam kereta berisi 50 penumpang. Semprotan gas air mata tersebut sontak membuat penumpang sesak dan membuat mata terasa pedih. Setelah menyemprotkan gas air mata, kedua pelaku langsung melarikan diri saat kereta berhenti di Sternschanze.

Akibat peristiwa ini, 2 orang anak berusia 3 dan 5 tahun serta sejumlah orang dewasa mengalami mata pedih dan gangguan pernapasan. Petugas paramedis dan pemadam kebakaran diturunkan untuk menangani korban. Petugas pemadam kebakaran pun juga berusaha menenangkan 2 anak yang menjadi korban penyerangan ini dengan balon serta memberikannya perawatan untuk mengatasi efek gas air mata.

Petugas pemadam kebakaran saat tengah menenangkan anak yang menjadi korban gas air mata dengan balon
Twitter @Thomas_BILDde

Serangan gas air mata ini merupakan teror kedua yang terjadi di perkeretaapian Jerman dalam seminggu terakhir. Sebelumnya pada Jumat (10/3) kemarin, sekelompok orang melakukan penyerangan menggunakan kapak di Stasiun Dusseldorf Central, Negara Bagian Nordhen Westfalen, Jerman. Akibat peristiwa ini, 7 orang penumpang luka-luka.

2 orang pelaku berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Federal Jerman. Sedangkan 1 orang pria berumur 36 tahun asal negara eks. Yugoslavia yang diduga merupakan dalang dari penyerangan ini masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian.  
  


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment