testimoni

testimoni

Tiongkok Akan Investasi USD 2,2 Triliun Untuk Transportasi Pada 2020

Rangkaian CRH seri 380
Wikimedia

[28/2]. Kemajuan ekonomi Tiongkok yang begitu pesat membuat sistem transportasi yang baik menjadi kebutuhan utama. Pembangunan sistem transportasi yang besar, tentunya memerlukan biaya investasi yang besar. Oleh karena itu, Pemerintah Tiongkok berencana akan menginvestasikan biaya sebesar CNY 15 triliun atau sekitar USD 2,2 triliun untuk pembangunan jaringan transportasi.

Dilansir dari CGTN (dulunya CCTV), biaya investasi sebesar USD 2,2 triliun tersebut diinvestasikan untuk pembangunan jaringan transportasi selama lima tahun dari 2016 hingga 2020 mendatang. Menteri Transportasi Tiongkok Li Xiaopeng mengatakan pada 2020, biaya investasi sebesar CNY 3,5 triliun (USD 5,9 miliar) untuk perkeretaapian, CNY 7,8 triliun (USD 1,1 triliun) untuk jaringan jalan raya, CNY 650 miliar (USD 95 miliar) untuk penerbangan sipil, dan CNY 500 miliar (USD 75 miliar) untuk pelayaran.

Sejumlah pekerja saat memasang rel di proyek jalur kereta cepat Hangzhou-Changsa di Kota Zhuji, Provinsi Zhejiang
atimes

Investasi ini ditujukan untuk mengembangkan dan memodernisasi sistem transportasi yang sudah ada serta membangun infrastruktur transportasi baru. Dalam rencana 5 tahunan tersebut akan dibangun sepanjang 30.000 kilometer jalur kereta api termasuk 11.000 kilometer jalur kereta cepat, menambah panjang jalan raya sejauh 320.000 kilometer, membangun 300 dermaga baru, serta menambah 50 bandara baru.

Pada 2016, investasi yang dihabiskan mencapai CNY 2,85 triliun atau sekitar USD 415 miliar. Sampai akhir 2016 telah dihasilkan 1,24 juta kilometer rel kereta api, 4,69 miliar kilometer jalan raya, dan 218 bandara untuk penerbangan sipil di seluruh Tiongkok. Pemerintah Tiongkok berharap pembangunan infrastruktur transportasi ini dapat menurunkan biaya pengiriman logistik yang nantinya akan berdampak pada penurunan harga kebutuhan pokok di sejumlah tempat di Tiongkok. 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment