testimoni

testimoni

Siemens dan Bombardier Berencana Melebur Usaha Keretanya

KRL KFW yang menggunakan teknologi Bombardier

[12/4]. Dua raksasa teknologi kereta api di dunia, Siemens dan Bombardier berencana akan melebur usaha kereta api mereka. Dilansir dari Bloomberg, peleburan usaha kereta dari keduanya ini dimaksudkan agar keduanya bisa bersaing melawan Tiongkok di dunia perkeretaapian. Saat ini keduanya tengah bersaing melawan CRRC Corp.yang juga merupakan hasil peleburan dua usaha kereta api di sana.

CRRC sendiri sudah menandatangani banyak kontrak suplai armada kereta api di seluruh dunia. Hal ini membuat posisi Siemens dan Bombardier semakin terpojok dalam pasar perkeretaapian dunia. Selain itu peleburan ini juga dimaksudkan untuk mengambilalih pangsa pasar Eropa yang saat ini perkeretaapiannya tengah tumbuh dengan pesat. Usaha kereta yang ingin dilebur termasuk di dalamnya usaha pembuatan kereta api serta persinyalan.

Sinyal elektrik yang menggunakan teknologi Siemens

Sampai saat ini masih belum ada keputusan final mengenai rencana peleburan ini. Pihak Kantor Pusat Siemens di Munchen, Jerman dan Bombardier di Montreal-based, Kanada enggan berkomentar. Peleburan keduanya diperkirakan akan menghasilkan keuntungan 10 Miliar Euro atau sekitar Rp 140 Miliar. Pembicaraan mengenai rencana peleburan ini sudah dilakukan oleh kedua belah pihak sejak awal tahun ini.

Guna memuluskan rencana peleburan ini, Siemens dan Bombardier mau tidak mau harus melakukan perampingan jumlah karyawannya. Unit kereta api Bombardier sendiri paling tidak harus mem-PHK 7.500 orang karyawannya sampai akhir 2018. Selain itu, keduanya harus mencari partner untuk mempermudah jalan usaha mereka sama seperti yang dilakukan oleh Bombardier dan Alstom. Diperkirakan kesepakatan mengenai peleburan ini akan rampung pada pertengahan tahun ini.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment