testimoni

testimoni

Stasiun MRT Singapura Ditutup Karena Tepung Terigu

Petugas Badan Keamanan Sipil Singapura setelah menyisir Stasiun MRT Woodleigh | Channel News Asia

[19/4]. Stasiun MRT Woodleigh yang berada di jalur SBS Transit North-East di Singapura ditutup selama 3 jam lamanya setelah ditemukan bubuk putih mencurigakan di dalam stasiun pada Selasa kemarin. Dilansir dari Channel News Asia, Asisten Kepala Stasiun Mailyn B. Carriaga mengatakan bubuk putih mencurigakan tersebut ditemukan oleh petugas cleaning service di 4 titik di area stasiun.

Petugas cleaning service tersebut langsung melapor kepadanya. Khawatir bubuk tersebut adalah bahan peledak atau narkoba, dirinya langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Petugas kepolisian bersama dengan petugas badan keamanan sipil langsung mengamankan lokasi dan melakukan penelitian terhadap bubuk putih misterius tersebut.

Bubuk putih misterius yang ditemukan di salah satu titik di stasiun | Channel News Asia

Petugas gabungan langsung melakukan penelitian mengenai bubuk apakah yang ditemukan di stasiun. Setelah diteliti, bubuk tersebut hanyalah tepung terigu. Pihak kepolisian pun langsung melakukan pencarian terhadap orang yang entah sengaja ataupun tidak menyebarkan terigu tersebut di stasiun. 

Seorang pelaku berusia 69 tahun ditangkap dan dua orang pria berusia 53 dan 70 tahun diamankan guna dimintai keterangan. Anggota Parlemen Singapura Sitoh Yih Pin datang ke lokasi untuk melihat secara langsung proses investigasi. Akibat peristiwa ini, Stasiun Woodleigh ditutup selama 3 jam dan kereta tidak dapat melintas. 

SBS Transit selaku operator menyediakan bis gratis dari Stasiun Serangoon sampai Potong Pasir bagi para penumpang yang tidak dapat pergi menggunakan MRT. Kejadian ini bukanlah kali pertama yang terjadi dalam seminggu ini. Sebelumnya seorang pria berusia 39 tahun ditangkap oleh kepolisian pada 2 April lalu karena menyebabkan ketakutan di Stasiun MRT Houngang dengan melemparkan sebuah tas hitam yang dikira bom dari atas kereta.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment