testimoni

testimoni

Susul Sang Kakak, KRL Tokyo Metro 6132F Ikut ke Indonesia

Kereta 6132 digendong truk lowbed dari Shin-Kiba menuju pelabuhan | foto: Kaito Sunaga
Setelah pengiriman KRL Tokyo Metro seri 6000 dalam rangka memenuhi program pengadaan 60 unit KRL untuk menambah jumlah armada KRL milik PT KCJ pada tahun 2017 diawali dengan rangkaian 6119F dari dipo Shin-Kiba ke pelabuhan Tokyo yang dilakukan pada tanggal 7 Februari kemarin, kali ini rangkaian kedua dari grup pembelian tersebut yang dikirim menuju pelabuhan yaitu rangkaian 6132F, dimana pengiriman dilakukan pada tanggal 4 April kemarin. Seperti yang telah dilakukan pada berbagai pengiriman yang sebelumnya, seluruh kereta diangkut dari dipo Shin-Kiba menuju pelabuhan melalui jalan raya dengan menggunakan truk trailer.

6132F yang merupakan rangkaian paling akhir dari grup produksi batch 5 di seri 6000 mengawali karirnya di Teito Rapid Transit Authority (TRTA, pendahulu Tokyo Metro) pada tahun 1985, dimana rangkaian ini dibuat untuk meningkatkan kapasitas angkut di Chiyoda Line pada saat itu. Sebagaimana halnya 6131F dari grup produksi yang sama yang telah lebih dulu berdinas di sini, rangkaian ini memiliki atap yang lebih melengkung ke atas (ciri khas dari rangkaian 6000 batch 5 hingga batch 7 maupun 7000 batch 3 ke atas yang diproduksi pada waktu yang sama), yang dimana ini berefek pada langit-langit interior yang lebih tinggi (dengan perbedaan tinggi sebesar 45mm) ketimbang langit-langit interior di rangkaian batch 1-4.
Pengangkatan salah satu kereta tengah dari rangkaian 6132F | foto: Kaito Sunaga
Sesuai dengan standar yang berlaku di TRTA maupun penerusnya yaitu Tokyo Metro, ketika rangkaian memiliki umur dinas di kisaran 20 tahun maka rangkaian wajib menjalani refurbishment skala besar (B-refurbishment), yang dimana salah satu pekerjaannya yaitu penggantian komponen traksi untuk membuat performanya setara dengan KRL baru yang diperkenalkan pada tahun refurbishment tersebut. 6132F sendiri menjalani refurbishment pada tahun 2006, yang dimana rangkaian ini direfurbish dengan traksi IGBT-VVVF 2 fasa yang berbasis dari modul traksi IGBT-VVVF yang dipergunakan di KRL seri 05 batch 13 milik Tozai Line (karena pada saat itu KRL seri 05 batch 13 merupakan KRL jenis terbaru yang dimiliki oleh Tokyo Metro).
Sisa rangkaian yang belum diangkat | foto: Kaito Sunaga
Rangkaian ini mengakhiri dinasan regulernya pada 10 Februari 2017 dengan nomor loop KA 05S (nomor perka: B905S), yang kemudian setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan KLB bukan angkutan penumpang ke Shin-Kiba via terowongan penghubung Chiyoda Line-Yurakucho Line dengan nomor loop KA 70S (nomor perka: A1370S). Dengan berakhirnya dinasan rangkaian ini, maka rangkaian 6000 batch 5 yang masih berdinas di Chiyoda Line hanyalah 2 rangkaian saja, yaitu 6129F dan 6130F. Dan dari 6 rangkaian seri 6000 yang telah dijadwalkan untuk dibeli oleh PT KCJ pada tahun ini, tersisa 3 rangkaian seri 6000 yang akan dikirimkan ke Indonesia, yang dimana per 27 Maret kemarin 6124F dari grup produksi batch 4 telah dikirim ke dipo Shin-Kiba untuk menjalani persiapan yang berkaitan dengan pengiriman ke Indonesia (dan menjadi rangkaian ketiga untuk pengiriman Tokyo Metro seri 6000 pada periode 2017). Apakah yang dikirim selanjutnya masih berupa rangkaian VVVF 2 fasa seperti halnya 6132F atau justru rangkaian VVVF 3 fasa yang dikirim menuju Indonesia, kita tunggu saja kabar selanjutnya.

RED Citizen | Arya Dwi Pramudita

About Gerakan Muda Penggemar Kereta Api

Selamat datang di official Google+ dari komunitas Gerakan Muda Penggemar Kereta Api. Mari bersama kita bangun kereta api Indonesia yang lebih baik!
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment