testimoni

testimoni

Jepang dan Filipina Teken Perjanjian Subway Manila Pada November

Rangkaian baru LRT Manila saat diujicoba | Skycrappercity

[15/5]. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan menandatangani perjanjian pembangunan Jalur Subway Metro Manila pada November 2017 mendatang. Dilansir dari CNN Phillipines, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Transportasi Filipina Arthur Tugade.

Arthur mengatakan penandatanganan ini akan dilakukan bersamaan dengan pertemuan pemimpin negara anggota ASEAN dengan pemimpin negara dunia. Dirinya berharap dengan dilakukannya pertemuan ini dapat memperjelas dan mempercepst studi pembangunan dan desain teknis.

Sebelumnya pihak Jepang telah berjanji kepada Pemerintah Filipina untuk menganggarkan dana sebesar USD 4 miliar untuk mendanai proyek kereta bawah tanah yang diberi nama Mega Manila Subway. Diperkirakan proyek ini akan menghabiskan dana PHP 290-300 miliar.

Proyek Jalur Mega Manila Subway ini rencananya akan membentang sejauh 25 kilometer dari Mindanao Avenue di Kota Quezon hingga Bandara Internasional Ninoy Aquino. Nantinya proyek ini akan dibangun dalam dua tahap, yakni tahap pertama dari Kota Quezon hingga Kota Taguig dan tahap kedua dari Kota Taguig hingga Bandara Internasional Ninoy Aquino.

Jalur ini nantinya akan memiliki 13 stasiun di sepanjang jalurnya dan diperkirakan dapat mengangkut 350.000 penumpang dalam sehari. Ditargetkan proyek ini dapat rampung pada pertengahan 2024 mendatang.

Peta rencana jalur Mega Manila Subway | CNN Phillipines


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment