testimoni

testimoni

Kenya Membuka Jalur Kereta Baru Mereka

Presiden Kenya saat memberangkatkan kereta barang Mombasa-Nairobi | Railway Gazette

[1/6]. Tiongkok dan beberapa negara di Afrika saat ini tengah bekerjasama untuk mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mobilitas di negaranya. Tak terkecuali dengan Kenya. Negara yang terkenal dengan safari padang sabananya ini juga bekerjasama dengan Tiongkok untuk memperbaiki infrastrukturnya. Termasuk infrastruktur perkeretaapian.

Pada 30 Mei lalu, Kenya membuka jalur kereta api terbaru mereka hasil kerjasama dengan Tiongkok yang menghubungkan kota pelabuhan Mombasa dengan ibukota Kenya Nairobi. Dilansir dari Railway Gazette, pembukaan jalur ini dilakukan secara langsung oleh Presiden Kenya Uhuru Kenyatta. Dibukanya jalur baru ini ditandai dengan diberangkatkannya kereta angkutan petikemas dari Mombasa dengan tujuan Nairobi oleh presiden.

Kembang api yang ditembakkan untuk merayakan diresmikannya jalur baru ini | Railway Gazette

Jalur sejauh 472 kilometer ini dibangun untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Mombasa ke Nairobi serta menggantikan jalur lama yang dibangun oleh Kolonial Inggris yang memutar lewat Danau Victoria sejauh 1062 kilometer. Pihak Kenya Railway mengatakan jalur baru ini dapat mempersingkat waktu tempuh antar kedua kota dari yang sebelumnya ditempuh selama 10 jam menjadi hanya 4 jam.

Selain untuk kereta barang, nantinya jalur baru ini juga akan digunakan untuk angkutan penumpang. Nantinya akan ada 2 kelas kereta penumpang yang diberi nama "Madaraka Express" ini. Yang satu adalah layanan kereta express antar kota dan yang satu lagi adalah County Train yang berhenti di sejumlah stasiun.

Jalur Mombasa-Nairobi ini merupakan tahap pertama dari proyek jalur kereta api yang menghubungkan beberapa negara di Afrika dengan Samudera Hindia. Rencananya jalur ini akan menghubungkan Mombasa dengan beberapa kota besar di Kenya, Uganda, Rwanda, dan Sudan Selatan yang posisinya terkunci di daratan.  



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment