testimoni

testimoni

Kereta Shinkansen Seri E4 Diboyong ke Museum Niitsu

Unit Kereta E444-1 ditarik menuju Museum Perkeretaapian Niitsu | Foto: Asahi Shimbun
[21/4] - Melihat pengiriman rangkaian kereta melalui jalan raya di tengah malam sudah merupakan hal yang luar biasa karena tidak setiap saat terjadi. Tapi bagaimana jika yang dilihat bukanlah suatu rangkaian biasa, melainkan rangkaian Shinkansen double decker? Tentu saja jauh lebih luar biasa lagi.

Seperti yang dilansir dari Asahi Shimbun, pada malam 20 Juni kemarin sebuah momen langka di dunia perkeretaapian Jepang terjadi di mana sebuah kereta Shinkansen double decker seri E4 menempuh perjalanan terakhirnya menggunakan angkutan truk dari dipo milik JR East di Niigata selepas tengah malam menuju Museum Perkeretaapian Niitsu sekitar 20km jauhnya, dengan waktu tempuh mencapai tiga jam.

Unit kereta yang ditarik ini adalah E444-1, kereta kabin dari rangkaian Shinkansen seri E4 dengan nomor rangkaian P1 yang telah berdinas sejak 1997 dan telah dipensiunkan pada taun 2016 lalu. Rangkaian ini dikirim menuju museum untuk kemudian dipersiapkan untuk dipamerkan mulai bulan depan.

Tentu saja para railfans yang cukup beruntung untuk menyaksikan momen ini di depan mata sangat kagum ketika rangkaian ini lewat di depan mata mereka, sampai-sampai ada yang datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan momen ini. Seperti misalnya salah satu railfans yang jauh-jauh datang dari Yokohama ke Niigata hanya untuk melihat momen ini. Mengutip dari artikel yang sama, ia benar-benar tertegun ketika melihat kereta Shinkansen double decker yang raksasa itu melewati jalan sempit.

Kereta Shinkansen seri E4 sendiri telah melayani penumpang sejak tahun 1997 dengan alokasi awal di Tohoku dan Joetsu Shinkansen sebelum dinasan di Tohoku Shinkansen berakhir pada tahun 2012. Kereta Shinkansen seri ini mulai dipensiunkan tahun 2013 dan pada akhirnya direncanakan Shinkansen seri E4 akan pensiun seluruhnya pada tahun fiskal 2020.

Sumber
Asahi Shimbun
Wikipedia

Ikko Haidar Farozy | RE Digest

About Ikko Haidar Farozy

Hanya orang biasa yang juga menulis di RE-Digest.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment