testimoni

testimoni

Mulai 17 Juli, Krakatau Ekspres Tidak Lagi ke Merak

KA Krakatau

[19/6]. Ada kabar sedih bagi anda warga Banten atau yang sering bepergian menggunakan KA Krakatau untuk menuju Merak. Mulai Senin, 17 Juli 2017 mendatang, relasi KA Krakatau diperpendek dari yang sebelumnya Blitar-Kediri-Pasar Senen-Tanah Abang-Rangkasbitung-Merak menjadi hanya sampai Pasar Senen saja.

Hal itu bisa dilihat di website PT KAI. Pada pemesanan tiket KA Krakatau mulai 17 Juli, tidak ada perjalanan Krakatau sampai Merak. Perjalanan berakhir hanya sampai Pasar Senen. Pemotongan rute ini dilakukan akibat rendahnya okupansi penumpang KA Krakatau ke Merak. Sebenarnya okupansi penumpang Krakatau dari Merak ke Tanah Abang maupun Pasar Senen bisa dibilang cukup baik bahkan seringkali kursi terisi penuh.

Di website PT KAI tak ada lagi perjalanan KA Krakatau untuk pencarian Pasar Senen-Merak

Namun hal sebaliknya terjadi bila anda naik KA Krakatau dari Pasar Senen maupun Tanah Abang ke Merak. Mayoritas bangku kosong bahkan terkadang hanya membawa sedikit penumpang. Mungkin hal itu dikarenakan jadwal KA Krakatau dari Pasar Senen ataupun Tanah Abang ke Merak yang diberangkatkan pada dini hari sehingga tidak banyak penumpang yang naik.

Dengan dipotongnya perjalanan KA Krakatau yang hanya sampai Pasar Senen ini tentunya akan sedikit menyulitkan bagi mereka yang hendak menuju Merak dari Jakarta dan timur Pulau Jawa maupun yang dari Sumatera dan hendak menuju Jakarta maupun timur Jawa. Pasalnya KA Krakatau merupakan pilihan tercepat dari Merak menuju Jakarta semenjak Kalimaya dihapus pada 1 April lalu dan merupakan satu-satunya KA yang melayani perjalanan dari Merak langsung ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penumpang dari Merak yang hendak menuju Jakarta maupun timur Pulau Jawa terpaksa harus naik kereta lokal sampai Rangkasbitung dan meneruskan perjalanan menuju Jakarta menggunakan Commuter Line. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

13 komentar:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. kalau bisa tolong dipertahankan untuk kereta krakatau, atau diberi alternatif kereta api yang akan ke jawa sampai stasiun tanah abang, agar pnumpang tidak terlalu jauh untuk ganti keretanya

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Sy baru sekali naik karena baru tahu ternyata ada kereta yg kemerak bayak masyarakat yg belum mengetahuinya tolong dipertahankan karena masyarakat sangat membutuhkan

    ReplyDelete
  5. Kalau begitu sekarang sudah tidak perlu ada pergantian Lokomotif di tengah jalan seperti di Sta Cirebon Kejaksan. Berarti sekarang rute KA Gajayana atau KA BIMA jurusan Jakarta - S
    , kembali "memecahkan" rekor untuk rute KA terjauh di Indonesia. Baguslah kalau begitu. Saya tidak pernah lihat ada pergantian Lokomotif di tengah Stasiun baik KA BIMA, Gajayana, Argo Wilis, Mutiara Selatan dan KA Lodaya siang / malam. Kesimpulannya PT KAI sudah berusaha untuk dengan gigih untuk memanjakan penumpang dan itu cukuo berhasil, kecuali formasi tempat duduk untuk KA Kelas Ekonomi New Image dan KA Kelas Ekonomi - Premium yang sangat sempit dan posisi KA yang membelakingi tentang kebijakan PT KAI ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kereta dengan rute terpanjang saat ini Ranggajati dengan relasi Cirebon-Jember

      Delete
    2. Kalau begitu berapa Kilometer jalur yang harus ditempuh KA Ranggajati dari Sta Cirebon ke Sta Jember via Sta Surabaya Gubeng? Di Sta Jember, jarak tempuh antara Jember - Surabaya: 198 Km. Tapi saya agak bingung dengan penunjuk jarak tempuh antara Cirebon - Surabaya apakah yang tertulis sekitar 506 Km ini sebenarnya dihitung dari jalur utara (Tegal - Pekalongan - Semarang - Bojonegoro - Surabaya)?
      KA BIMA menempuh jarak Jakarta Surabaya (825 Km) + (95 Km) dari Surabaya ke Malang = 920 Km. KA Gajayana juga menempuh jarak tempuh yang sangat jauh. Jarak antara Sta Jakarta Gambir - (Sta Gubeng ke Sta Kertosono pp = 87 Km). Jadi, jarak tempuh Sta Gambir - Sta Gubeng: 825 - 87 = 738 Km, lalu ditambah jarak tempuh dari Malang ke Sta Kertosono = 166 Km. Jadi, jarak tempuh KA Gajayana itu sekitar: 904 Km.
      Kalau ada info tambahan, tolong pernyataan saya di ralat karena di papan penunjuk di Sta2 KA di Indonesia belum 100% akurat.

      Delete
  6. Tolong pertahankan eksistensi kereta Krakatau ini.. Kami yg tinggal di pulau sumatra merasa tertolong untuk mudik ke jawa dg adanya kereta Krakatau ini.. Kl dihapuskan, ini namanya mempersulit kami..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Ratna. Tapi karena status PT KAI adalah Perseroan Terbatas, ditambah lagi PT KAI ini "milik" BUMN jadi mereka bisa mengubah kebijakan2 lama. Kalau saya boleh tahu, Mbak Ratna setuju tidak kalau ada KA kelas Komersial ataupun PSO yang melayani Rute Utara dari Sta Merak ke Sta Banyuwangi Baru lewat Rangkasbitung, Jakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Bojonegoro, Surabaya Pasarturi + Gubeng, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi PP. Jadi, KA seperti ini jadi KA Trans Jawa apalagi Sta Merak dan Sta Banyuwangi Baru sama2 dekat dengan Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri?

      Delete
  7. Sungguh disayangkan, dulu ketika masih di lampung kereta ini sungguh membantu, turun di sta. Merak pukul 03.30 langsung ke loket kapal ferry sampai bakauheni lampung pagi. Memang sih lepas Jakarta kereta ini jadi kosong, pernah ketika menuju merak satu gerbong hanya bertiga dan brrr....AC nya jadi dinginnn banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Ahmad, nanti kita lihat saja. Klo "tiba2" okupansi dan jumlah penumpang dari KA Krakatau - (Sekarang) KA Singasari dari Merak ke daerah lainnya di Jawa Timur meningkat tajam, mungkin PT KAI akan kembali meneruskan perjalanannya sampai Sta Merak.
      Semoga saja slogan PT KAI: Anda adalah Prioritas Kami, benar2 diperhatikan. Selama konsumen memiliki uang untuk melakukan pembayaran Jasa dan Produksi, Konsumen Adalah Raja!

      Delete
  8. BUMN melayani negeri, mana buktinya? BUMN kok masih mikirin profit terus. Tugas BUMN ya seharusnya mengutamakan Pelayanan terhadap masyarakat. Meskipun KA tujuan Merak tidak mendulang banyak profit, Semestinya tetap d pertahankan dan di fokuskan utk tujuan pelayanan dan kemudahan masyarakat

    ReplyDelete
  9. Jadi bingung nie klo harus naik turun KRL, belom lagi ribet sama koper dan barang bawaan...

    ReplyDelete