testimoni

testimoni

Tiongkok Luncurkan Kereta Dengan Rel Virtual Pertama

Kereta rel virtual buatan Tiongkok | Dailymail

[3/6]. Tiongkok bisa dibilang merupakan raja ekonomi dan IPTEK dunia saat ini. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, perkembangan industri yang besar, jumlah penduduk yang besar, serta inovasi dan perkembangan teknologi yang ada di Tiongkok membuatnya menjadi kiblat ekonomi dan teknologi modern. Teknologi dari segala bidang terlahir di Tiongkok, termasuk teknologi perkeretaapian.

Jumat kemarin perusahaan manufaktur kereta api Tiongkok, CNR, meluncurkan sebuah inovasi yang bisa dibilang menggebrak dunia perkeretaapian yakni kereta rel virtual. Unik memang kedengarannya tapi inilah yang dikembangkan oleh CNR sejak 2013 lalu. Peluncuran kereta rel virtual ini dilakukan di Kota Zhuzou, Provinsi Hunan, Tiongkok.

Rangkaian kereta rel virtual saat melakukan demonstrasi | Dailymail

Satu set kereta rel virtual ini terdiri atas 3 kereta di mana satu keretanya memiliki panjang 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Kereta ini menggunakan tenaga baterai litium sebagai sumber tenaganya. Baterai litiumini dapat digunakan untuk perjalanan sejauh 25 kilometer untuk pengecasan selama 10 menit. Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh kereta rel virtual ini dapat mencapai 70 kilometer per jam.

Pada saat beroperasi, ban karet pada kereta akan berjalan di atas perangkat keras yang tersambung dengan sensor. Sensor ini nantinya akan memandu jalannya kereta sehingga bisa beroperasi tanpa perlu menggunakan rel. Di dalam kabin masinis disiapkan juga setir yang dapat digunakan untuk mengarahkan kereta sewaktu-waktu jika sistem sensor gagal bekerja. Kereta rel virtual ini dapat beroperasi hingga usia 25 tahun tergantung perawatan.

Tampak kabin masinis dari kereta rel virtual | Dailymail

Diyakini biaya pembangunan dan operasional kereta rel virtual ini lima kali lebih murah ketimbang membangun jaringan kereta bawah tanah. Rencananya kereta rel virtual ini akan mulai beroperasi pada 2018 mendatang di Kota Zuzhou untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di sana. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment