testimoni

testimoni

Kereta Cepat Hybrid Diujicoba di Mongolia

Kereta cepat tenaga baterai buatan CRRC | Railway Gazette

[10/7]. Tiongkok tak henti-hentinya melakukan inovasi perkeretaapian yang bisa membuat kita kagum hingga geleng-geleng kepala. Baru-baru ini pabrikan kereta api Tiongkok, CRRC melakukan uji coba kereta cepat hybrid di pedalaman Mongolia. Kereta cepat ini merupakan kereta cepat hybrid pertama yang ada di Tiongkok.

Kereta cepat ini menggunakan 2 sumber tenaga untuk penggeraknya, yakni listrik dari LAA dan baterai. Apabila kereta tersambung dengan LAA, kereta dapat beroperasi dengan kecepatan hingga 200 km/jam. Namun apabila pantograph diturunkan dan sumber tenaga dialihkan ke baterai, kereta dapat dipacu dengan kecepatan 160 km/jam.

Dengan kecepatan itu, bisa dibilang kereta cepat ini adalah kereta bertenaga baterai tercepat. Bukan tanpa alasan mengapa Tiongkok mengembangkan kereta cepat dengan tenaga hybrid. Beberapa jalur kereta cepat di Tiongkok seperti jalur Beijing-Lanzhou melintasi Gurun Gobi yang membuatnya sering terkena badai pasir. Ketika badai pasir terjadi, maka listrik aliran atas dimatikan sehingga operasional kereta terganggu dan akan sangat berbahaya jika ada kereta yang terhenti tepat di tengah badai pasir.

Dengan dikembangkannya tenaga hybrid pada kereta cepat diharapkan kereta dapat memiliki alternatif tenaga ketika kereta harus menghadapi situasi ekstrim seperti badai pasir dan suhu dingin di mana LAA dimatikan. Selain itu, kereta cepat ini juga lebih ramah lingkungan untuk dioperasikan di jalur yang tidak memiliki jaringan LAA karena sumber tenaga kereta ini diambil dari baterai bukan mesin diesel.

CRRC juga mengembangkan material peredam suara baru yang dipasang pada kereta cepat ini sehingga membuatnya lebih redam suara. Kereta ini juga nantinya akan dilengkapi dengan jaringan WiFi yang merata di sepanjang perjalanan sebagai solusi hiburan yang hening dan tenang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

  

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment