testimoni

testimoni

Kereta Wisata Antik "Djoko Kendil" Diujicoba

Rangkaian Djoko Kendil di jalur 7 Stasiun Manggarai
(19/7) - Spesies kuno yang langka kembali menampakkan dirinya di lintas utama. Dua kereta antik peninggalan Belanda yang diberi nama Djoko Kendil hari ini diujicobakan di lintas timur Daop 1 Jakarta. Kereta bernomor IW 38212 dan IW 38221 ini diujicobakan dengan rute Manggarai-Cikampek pulang pergi.

Ujicoba kedua kereta kuno yang dikepalai oleh lokomotif CC2019218 milik dipo lokomotif Jatinegara ini dilakukan untuk mengukur performa kereta ini, di antaranya suhu pendingin udara, kelistrikan, lampu penerangan, dan juga getaran saat kereta berjalan. Diberangkatkan dari Manggarai sekitar pukul 11 pagi jelang siang dengan kecepatan agak rendah, rangkaian kereta luar biasa ini baru tiba lagi di Manggarai pukul 5 sore di sela-sela jam sibuk KRL dan kereta luar kota.
Tampak samping kereta IW 38212
Kedua kereta Djoko Kendil yang merupakan peninggalan kolonial Belanda ini awalnya dipesan oleh Dutch Indies State Railway (lebih dikenal dengan nama Staatsspoorwegen, disingkat SS) dari pabrikan Belanda pada tahun 1938 sebagai kereta tidur dengan kode dan seri SAGL 9000. Kereta ini menggunakan rem udara vakum dengan pendingin udara yang menggunakan es balok. Aslinya, kereta ini memiliki bentuk jendela vertikal seperti pada kereta-kereta eksekutif modern modifikasi Balai Yasa Manggarai mulai tahun 2008, maupun buatan PT INKA tahun 2009-2010, namun dengan ukuran yang lebih besar. Selain itu, gangway kereta juga menggunakan akordeon seperti halnya kereta-kereta di Eropa. Menggunakan bogi tipe Pennsylvania yang juga digunakan untuk kereta-kereta mewah klasik Eropa seperti halnya Orient Express, kereta-kereta ini pada awalnya berdinas untuk layanan kereta tidur ekspres Jakarta-Surabaya lewat Yogyakarta yang diberi nama De Eendagsche Express.

Seiring waktu, makin banyak kereta-kereta seri 9000 yang tersisih dari dinasan, bahkan makin banyak pula yang menghilang tanpa jejak. Di abad milenium, tersisa dua kereta seri 9000 yang tersebar di Jakarta dan Surabaya, dengan nomor NRU 38201 dan K3 38201. NRU 38201 yang berkedudukan di Jakarta digunakan sebagai kereta pengangkut kru crane Figee yang kini disimpan di Balai Yasa Manggarai, sedangkan K3 38201 yang berkedudukan di Surabaya merupakan kereta yang biasa digunakan sebagai armada KA lokal. NRU 38201 masih memiliki bentuk fisik seperti saat baru didatangkan dari Belanda, dengan kaca vertikal ukuran besar, sedangkan K3 38201 memiliki bentuk seperti Djoko Kendil sekarang.
KLB percobaan kembali dari Stasiun Cikampek
Kedua kereta ini kemudian dipreservasi sebagai kereta wisata Djoko Kendil. Awalnya, Djoko Kendil akan dijadikan KA wisata dengan lokomotif CC20015 milik dipo Cirebon sebagai penghela. Namun, karena kerusakan pada lokomotif CC20015, akhirnya Djoko Kendil hanya disimpan di Balai Yasa Manggarai, sedangkan CC20015 pada tahun 2016 yang lalu akhirnya dikirim ke Ambarawa untuk dijadikan koleksi di sana. Djoko Kendil juga sempat dipasangkan dengan lokomotif listrik kuno ESS 3201 yang dipreservasi kemudian.

Menurut informasi yang beredar, ujicoba Djoko Kendil hari ini berkaitan dengan rencana kepindahannya ke Kota Solo untuk menambah jajaran kereta tua di sana, dan akan digunakan pada KA wisata Jaladara yang melayani rute Purwosari-Solo Kota.

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment