testimoni

testimoni

Lokomotif Uap Dilelang Akibat Museum Bangkrut dan Ditutup di Australia

Lokomotif nomor 1210 buatan 1878 yang dipreservasi lewat proyek Bicenntenial pada 1988 | Kompas.com 

[17/7]. Jangan sekali-kali kau melupakan sejarah. Begitulah kata Sang Proklamator, Soekarno. Sejarah memang tak pernah bisa dilepaskan dari kehidupan bangsa manapun karena sejarahlah yang telah membentuk dan membangun sebuah bangsa. Guna mengingat sejarah tersebut, didirikanlah museum untuk menyimpan, menjaga, serta memamerkan benda-benda bersejarah dari masa lalu.

Namun sayangnya biaya operasional museum tidaklah murah karena biaya yang dikeluarkan tidak hanya untuk menggaji pegawai melainkan juga untuk merawat benda-benda bersejarah yang disimpan dalam museum. Beragam cara pun dilakukan pihak museum agar operasional museum tetap berjalan. Dari mulai mencari sponsor, bekerjasama dengan komunitas pecinta sejarah, hingga terpaksa menjual beberapa koleksi museum guna mencari dana.

Seperti yang terjadi pada museum kereta api di ibukota Australia, Canberra. Museum ini ditutup dan terpaksa melelang koleksi kereta yang disimpan di museum ini. Dilansir dari Kompas.com, museum kereta api ini terpaksa ditutup karena terlilit hutang sebesar AUD 500.000 atau sekitar Rp 5 miliar. Terlebih mereka punya lokomotif yang biaya operasionalnya sangatlah mahal.

Lokomotif Beyer-Garrat 6029 "City of Canberra" | Wikipedia

Lokomotif tersebut adalah Beyer-Garrat 6029 "City of Canberra". Lokomotif ini dibuat pada tahun 1954 oleh Beyer, Peacock, and Company yang bermarkas di Manchester, Inggris. Lokomotif ini adalah lokomotif terbesar yang beroperasi di belahan Bumi bagian selatan. Karena ukurannya yang besar, tentu biaya operasionalnya juga sangatlah besar. 

Untuk sekali jalan, setidaknya lokomotif ini mengkonsumsi 18 ton batubara dan 40.000 liter air. Biaya untuk mengoperasikannya sekitar AUD 10.000 atau sekitar Rp 100 juta sehari. Lokomotif ini pun dipindahkan ke Sydney untuk menjalani perawatan.

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Australia pada 7 Juli 2017 lalu, koleksi kereta di museum ini akan dilelang pada 2 Agustus mendatang. Pihak organisasi yang mengelola museum ini telah mencoba bernegosiasi dengan Pemerintah Canberra agar mau membeli koleksi museum ini. Namun sayangnya pemerintah menolak tawaran itu. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment