testimoni

testimoni

Sekelompok Warga Pedalaman Kanada Berniat Beli Jalur Kereta Api

Jalur kereta api Manitoba | Detik

[2/9]. Sarana transportasi begitu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di perkotaan, pedesaan, maupun wilayah pedalaman. Guna memenuhi hajat hidup masyarakat akan transportasi beragam cara pun dilakukan agar kebutuhan di daerahnya dapat disalurkan. Seperti membangun jalan raya dan jembatani.

Namun apa jadinya jika yang dilakukan bukanlah membangun jalan melainkan membeli jalur kereta api sendiri? Bukan membangun lho ya tapi membeli. Inilah yang dilakukan komunitas warga Pemukiman Ilford, Kanada. Warga di sana membeli sebuah jalur kereta api dari perusahaan operator kereta api Omnitrax.

Pemandangan dari dalam kereta yang menuju Idford | Detik
Bukan tanpa alasan mengapa warga membeli jalur kereta api tersebut. Jalur kereta api yang dikelola oleh Omnitrax merupakan satu-satunya akses transportasi yang menghubungkan komunitas tersebut dengan dunia luar. Selain itu, keberadaan jalur kereta api ini sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan warga seperti sandang, pangan, dan obat-obatan.

Sebenarnya kebutuhan tersebut bisa dikirim menggunakan pesawat perintis. Namun biasanya pesawat perintis tidak beroperasi saat musim dingin dan juga biayanya mahal sehingga keberadaan jalur kereta api sangatlah penting. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kereta api yang beroperasi juga sering mengangkut wisatawan yang ingin melihat keindahan alam di Manitoba.

Namun sayangnya Omnitrax merugi sehingga terpaksa harus menjual jalur kereta ini. Ide untuk membeli jalur kereta tersebut datang dari Komunitas First Nation yang berbasis di Ildford. Ide tersebut disambut baik oleh warga karena dinilai dapat memberikan dampak positif bagi warga setempat. Diharapkan rencana tersebut dapat membuat jalur kereta api ini tetap beroperasi guna memenuhi kebutuhan warga dan juga mengangkut para wisatawan yang ingin berkunjung ke Ildford.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment