testimoni

testimoni

Tiba di Jakarta, KRL Seri 6000 Rangkaian 6120F dan 6129F Tutup Impor KRL 2017

Kereta 6729 saat diturunkan ke rel di Stasiun Pasoso | foto: Satoshi Takagi
(20/9) - Dua rangkaian terakhir dari program pengadaan KRL yang dilakukan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), yang telah berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), akhirnya tiba di tanah air setelah mengalami sejumlah keterlambatan dalam perjalanan kapal. Rangkaian KRL seri 6000 Tokyo Metro bernomor 6120F dan 6129F yang diangkut oleh kapal berbendera Panama, MV Billesborg, berangkat dari Pelabuhan Tokyo pada hari Senin (14/8) lalu dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Selasa (19/9).

Kedua rangkaian ini sempat "diendapkan" di Pelabuhan Tokyo selama 2 bulan untuk rangkaian 6120F, dan selama 3 minggu untuk 6129F. Lamanya waktu kedua rangkaian ini "diendapkan" di pelabuhan ini disinyalir akibat dari sedang tidak menentunya cuaca di Samudera Pasifik. Selain itu, ada perbedaan rute pengiriman dibandingkan dengan pengiriman-pengiriman sebelumnya. Bila kapal yang membawa rangkaian-rangkaian sebelumnya melewati Laut Tiongkok Selatan lalu singgah di Malaysia dan Singapura atau langsung ke arah Kepulauan Bangka Belitung, kapal MV Billesborg justru melewati Taiwan lalu menuju ke Filipina dan masuk ke Indonesia melalui perairan selat Makassar. Kapal MV Billesborg sendiri singgah untuk pertama kali di Pyeongtaek di Korea Selatan, sebelum bertolak menuju Pare-pare di Sulawesi Selatan, di mana pada kota tersebut sedang ada proyek pembangunan jalur KA Trans Sulawesi tahap pertama.
Rangkaian 6120F setibanya di dipo Depok | foto: Instagram @fuad1103
Rangkaian 6120F menjadi rangkaian pertama yang diturunkan dari Billesborg ke tanah Betawi di Selasa malam, disusul rangkaian 6129F jelang Rabu pagi. Rangkaian 6120F dikirimkan dari Stasiun Pasoso ke Dipo Depok saat penurunan rangkaian 6129F masih berlangsung di pagi hari tadi. Di lain pihak, rangkaian 6129F rencananya akan dikirimkan pada malam ini. Sampai berita ini diturunkan, kereta 6829, 6929, dan 6029 dari rangkaian 6129F masih dalam proses diturunkan ke rel di Stasiun Pasoso. Sama seperti 6121F dan 6124F, kedua rangkaian ini dikirimkan ke Depok melalui rute Pasoso-Pasar Senen-Kampung Bandan-Tanah Abang-Depok, dengan ditarik oleh satu lokomotif dan dijaga oleh KRD NR Bukit Duri di bagian belakang rangkaian.

Seperti halnya rangkaian-rangkaian lain, kedua rangkaian ini akan langsung menjalani proses adaptasi lingkungan sesampainya di Dipo Depok, yang meliputi pemasangan cowcatcher, penggantian livery, pemasangan signage, dan kelengkapan lainnya. Setelah itu, keduanya akan diujicoba baik secara internal maupun bersama Kemenhub untuk disertifikasi, sebelum akhirnya berstatus siap operasi dan melayani penumpang.
Kereta 6829 tiba di Stasiun Pasoso | foto: Satoshi Takagi

Program pengadaan KRL untuk tahun 2017 telah dimulai sejak Februari 2017 yang lalu, di mana rangkaian 6119F menjalani last run yang kemudian disusul oleh 6132F pada bulan April 2017. Kedua rangkaian ini tiba di Jakarta pada bulan Mei 2017 dan langsung berdinas di bulan berikutnya setelah proses adaptasi lingkungan dan ujicoba yang terhitung cepat. Dilanjutkan oleh rangkaian 6124F yang merupakan satu-satunya rangkaian seri 6000 dengan penampil tujuan aktif yang menampilkan tujuan-tujuan stasiun di Jabodetabek di akhir April 2017, dan 6121F yang nomornya membangkitkan kembali nomor legendaris pada bulan Mei 2017. Kedua rangkaian ini tiba di Jakarta pada bulan Juni 2017 dan berdinas pada bulan Juli 2017. 6120F dan 6129F merupakan rangkaian terakhir dari program pengadaan tahun ini, sekaligus rangkaian terakhir yang didatangkan oleh operator kereta listrik Jabodetabek dengan nama KCJ. Setelahnya, tidak akan ada lagi yang tiba sampai program pengadaan 2018 dengan nama KCI dimulai.

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment