testimoni

testimoni

Inilah Daftar Semboyan Perkeretaapian Yang Ditiadakan

Lokomotif CC 205 saat baru tiba di Indonesia dan menunjukkan semboyan 26 | masprob.blogspot.co.id


Semboyan. Kata ini seolah merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari berjalannya sebuah kereta api. Semboyan begitu penting karena keberadaannya menyangkut keselamatan perjalanan sebuah kereta api. Revisi peraturan atau disebut reglemen dilakukan berulangkali dengan menambah, mengurangi, ataupun memodifikasi semboyan. Semua itu disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini.

Saat ini peraturan semboyan dalam perkeretaapian Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Dinas 3 PT Kereta Api Indonesia tentang semboyan yang menggantikan posisi Reglemen 3 yang sudah sejak lama digunakan. Dalam PerDin 3 ini, ada 8 semboyan pada Reglemen 3 yang dihapus. Penghapusan dilakukan dikarenakan teknologi komunikasi perkeretaapian yang sudah berkembang dan keberadaan semboyan yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Berikut adalah daftar semboyan pada Reglemen 3 yang dihapus pada Peraturan Dinas 3.

1. Semboyan 22 dan 23

Semboyan 22 dan 23 merupakan semboyan yang berfungsi untuk memberitahukan kru stasiun maupun penjaga perlintasan bahwasanya akan ada kereta luar biasa (KLB) yang akan melintas berlawanan arah dari kereta yang membawa semboyan ini tepat setelah kereta ini lewat. Bentuk semboyannya adalah dua buah papan segitiga berwarna hijau pada siang hari dan lentera atau lampu berwarna hijau pada malam hari yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan bagian depan dan belakang kereta.

Semboyan 22


Semboyan 23


2. Semboyan 24 dan 25

Semboyan 24 dan 25 masih berkutat di masalah KLB. Arti dari semboyan 24 dan 25 hampir sama seperti semboyan 22 dan 23. Hanya bedanya semboyan 24 dan 25 mengumumkan KLB yang melintas berlawanan arah dari kereta yang membawa semboyan pada keesokan hari setelah kereta ini melintas dan KLB melintas sebelum kereta pertama lewat.

Semboyannya sendiri berbentuk papan segitiga berwarna merah yang dipasang di sisi kanan dan kiri bagian depan dan belakang kereta umtuk semboyan siangnya. Sedangkan semboyan malamnya berbentuk lentera atau lampu berwarna merah yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri muka kereta untuk semboyan 24 serta lampu berwarna kuning atau putih yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri kereta terakhir untuk semboyan 25.

Semboyan 24

Semboyan 25

3. Semboyan 26

Nah mulai semboyan 26 kita tidak lagi membahas soal KLB. Semboyan 26 memiliki arti adanya pembatalan atau penggabungan perjalanan kereta api. Semboyan ini dipasang pada kereta yang melintas berlawanan arah dari kereta yang dibatalkan atau digabungkan. Bentuk semboyannya adalah papan segitiga hijau yang dipasang di bagian atas muka kereta pada siang hari dan lentera atau lampu berwarna hijau yang dipasang di bagian depan tengah muka kereta pada malam hari.

Semboyan 26

4. Semboyan 27

Semboyan 27 memiliki arti kereta sedang menjalani proses persilangan dengan kereta dari arah berlawanan. Semboyan ini berbentuk papan segitiga merah yang dipasang di bagian atas muka kereta pada siang hari dan lentera atau lampu merah bagian tengah muka kereta.

Semboyan 27

Ada yang unik dari semboyan 26 dan 27. Jika semboyan papan pada umumnya harus dibongkar-pasang secara manual karena papannya dibuat terpisah, maka papan semboyan 26 dan 27 dibuat sepaket dengan lokomotif maupun kereta dan dibuatkan tempat penyimpanannya sendiri. Misal pada lokomotif CC buatan GE di Indonesia. Jika anda perhatikan bagian lampu atas pada lokomotif, anda dapat melihat dua papan putih bulat di samping lampu.

Di situlah tempat papan semboyan 26 dan 27 disimpan. Atau semisal pada KRL Rheostatik, KRD MCW 301, dan MCW 302, papan semboyan 26 dan 27 disimpan di penutup yang berbentuk seperti tanduk merah di dekat lampu atas. Jadi ketika semboyan harus dipasang, masinis tidak perlu repot-repot memasang papan. Cukup digeser saja dari tempat penyimpanannya lalu letakkan di depan lampu atas.

Tempat penyimpanan semboyan 26 dan 27 di lokomotif CC 201 (yang dikotaki merah)

Tanduk merah tempat penyimpanan semboyan 26 dan 27 yang ada di KRL Rheostatik Stainless


5. Semboyan 28

Semboyan 28 sendiri memiliki arti pengumuman terjadinya kerusakan pada kawat telegraph atau jaringan komunikasi kereta api. Bentuk semboyannya adalah dua papan segitiga merah yang dipasang di sisi kanan dan kiri muka kereta pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, tidak ada bentuk semboyannya.

Semboyan 28

Penghapusan semboyan 22, 23, 24, 25, 26, 27, dan 28 dilakukan semenjak dimanfaatkannya teknologi internet di perkeretaapian Indonesia. Dengan kehadiran internet maka keberadaan semboyan 22 - 28 tak lagi diperlukan.

6. Semboyan 49

Jika semboyan-semboyan sebelumnya dipasang di kereta dan memiliki bentuk fisik, semboyan 49 memiliki bentuk audio visual dan dilakukan oleh juru langsir. Semboyan 49 digunakan oleh juru langsir untuk menolak perintah atau menjawab tidak. Bentuk semboyan ini adalah sandi morse dan tiupan peluit.

Pada siang hari sandi morse yang diberikan adalah gerakan tangan yang menyilang di dada lalu kedua tangan direntangkan ke samping. Pada malam hari, lentera atau lampu berwarna merah digerakkan dari depan dada ke kanan. Gerakan sandi morse tersebut dilakukan sembari meniupkan peluit satu kali panjang dan satu kali pendek.

Semboyan 49 dihilangkan karena resiko salah tafsir yang sangat berbahaya sehingga semboyan ini pun dihapus atas alasan keselamatan.

Semboyan 49
Itulah semboyan-semboyan Reglemen 3 yang keberadaannya dihapus pada Peraturan Dinas 3. Berkembangnya teknologi memang akan menyingkirkan segalanya yang dianggap kuno atau out of date. Meski demikian keberadaan semboyan-semboyan tersebut pernah mewarnai serta menjadi bagian dari komponen penunjang keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
sumber:
1. Wikipedia
2. Buku Seri Railfans Yunior: Semboyan Kereta Api Reglemen 3 PT Kereta Api (Persero) terbitan Majalah KA  

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment