testimoni

testimoni

Russian Railway Kembangkan Kereta Petikemas Kecepatan Tinggi

Kereta cepat Sapsan buatan Siemens yang beroperasi di rute Moscow - St. Petersburg | Wikipedia

[19/10]. Kereta cepat. Ketika anda mendengar kata tersebut pastinya anda akan berpikir kalau kereta tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang dalam kecepatan tinggi dari satu kota ke kota lainnya. Namun apa jadinya jika kereta cepat yang identik dengan angkutan penumpang dipakai untuk angkutan barang? Inilah yang sedang dikembangkan oleh Russian Railway (RZD).

Dilansir dari Railjournal, rencana pengembangan kereta cepat angkutan barang ini disampaikan oleh First Vice-President RZD Alexander Mishalin kepada para delegasi yang diundang dalam Forum Angkutan Berkelanjutan ketiga SNCF yang diadakan di Paris, Perancis pada Selasa kemarin.

Kereta barang yang dirancang oleh RZD ini dapat digunakan untuk mengangkut barang dalam bentuk petikemas. Jadi nantinya barang yang hendak diangkut tidak perlu dikeluarkan dari kontainer melainkan bisa diangkut bersama kontainernya. Kereta barang cepat ini dapat mengangkut beban hingga 300 ton dengan kecepatan 400 km/jam.

Petikemas yang digunakan pun dirancang lebih ringan supaya tidak mengurangi kecepatan kereta yang disebabkan oleh beban berlebih serta dapat mengangkut beban hingga 300 ton. Satu set kereta ini berisi 12 kereta. Tak hanya dipakai untuk mengangkut petikemas saja, kereta cepat ini nantinya juga mengangkut penumpang.

Rancangan kereta barang cepat yang dikembangkan RZD | Railjournal

Guna mewujudkan konsep ini, RZD bekerjasama dengan perusahaan konsorsium CRRC dan Siemens-Sinara di Russia, Ural Locomotive. Selain membuat kereta, RZD juga berencana untuk membangun jalur khusus kereta cepat petikemas dari Moscow ke Kazan sejauh 762 kilometer. Pembuatan kereta cepat petikemas ini bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh kereta petikemas dari Tiongkok ke Eropa serta untuk menghadapi persaingan angkutan barang dengan maskapai penerbangan yang menyediakan angkutan kargo.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment