testimoni

testimoni

4 Kecelakaan Kereta Api Terjadi Dalam 12 Jam di India

Satu kereta milik Vasco Da Gama - Patma Express yang anjlok di Manikpur saat dievakuasi | India Times

[28/11]. Hari Sabtu (25/11) kemarin bisa dibilang merupakan hari paling sial dalam sejarah perkeretaapian di Negara Anak Benua, India. Bagaimana tidak, bayangkan saja terjadi 4 kecelakaan kereta api hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Dilansir dari India Times, kecelakaan pertama adalah anjloknya 13 kereta Vasco Da Gama - Patma Express di Distrik Chitrakoot, sekitar 250 kilometer dari Lucknow.

Kereta anjlok sekitar pukul 4:18 pagi waktu India. Kereta anjlok tepat setelah meninggalkan Stasiun Manikpur. Petugas berwenang mengatakan, pada saat kejadian kereta melaju dengan kecepatan 90 km/jam di mana di Stasiun Manikpur tidak ada tanda batas berhenti. Dalam peristiwa ini setidaknya 3 orang tewas dan 9 orang luka-luka.

Kereta Vasco Da Gama - Patma Express yang anjlok di Manikpur | India Times

Selain di Manikpur, terjadi pula anjlokkan di lokasi lain di India. Di Negara Bagian Odisha, kereta angkutan barang relasi Paradeep - Cuttack terlempar dari jalur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Di Amethi, Uttar Pradesh, kereta lokal bertabrakan dengan sebuah mobil di perlintasan tak berpenjaga. Dalam peristiwa ini, 4 orang tewas dan 2 orang luka-luka.

Insiden terakhir terjadi di Saharanpur, Uttar Pradesh. Lokomotif penarik KA Ekspres Jammu - Patna Archana terlepas dari rangkaian kereta. 4 kecelakaan beruntun yang terjadi pada 25 November ini menambah panjang daftar kecelakaan kereta api yang terjadi di India dalam  waktu setahun terakhir.

Menurut Menteri Perkeretaapian India Rajen Gohain, tercatat ada 29 kecelakaan kereta api terjadi di India dalam semester awal tahun 2017 yang menewaskan total 57 orang dan melukai setidaknya 58 orang. Mayoritas kecelakaan disebabkan oleh buruknya infrastruktur perkeretaapian di India serta banyaknya perlintasan liar.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment