testimoni

testimoni

General Electric Akan Menjual Usaha Keretanya

Lokomotif buatan GE yang sedang dirakit di pabrik Erie | Getty Images

[14/11]. Kabar sedih bagi anda pecinta lokomotif buatan Amerika Serikat. Perusahaan manufaktur mesin dan elektrik terbesar di Negeri Paman Sam, General Electric, berencana akan menjual usaha manufaktur kereta apinya. Dilansir dari Railway Gazette, rencana tersebut disampaikan oleh CEO baru GE John Flannery pada Senin kemarin.

Flannery mengatakan GE akan lebih fokus pada pengembangan produk kelistrikan, aviasi, dan kesehatan. Sejak Oktober lalu GE memang berencana untuk mendisposisi usahanya dengan nilai mencapai USD 20 miliar dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. GE Transportation masuk ke dalam daftar usaha yang akan didisposisi.

Traksi ganda lokomotif CC206 pulang ke Kertapati setelah test run pada Februari lalu
Alasan dilakukannya disposisi ini adalah karena jatuhnya nilai pasar GE dalam setahun terakhir. Nilai pasar GE jatuh sebesar 35% atau sekitar USD 100 miliar dalam setahun. Selain itu, penghasilan GE Transportation diperkirakan akan turun sebesar 15% dan keuntungan akan menurun sebesar 25% pada pangsa pasar tahun 2018.

Meski demikian, GE Transportation menjelaskan masih ada opsi lainnya dari GE selain penjualan. Misalnya merger dengan perusahaan lainnya seperti yang dilakukan pada anak perusahaan GE di bidang pertambangan minyak dan gas, GE Oil & Gas dengan perusahaan tambang minyak Baker Hughes. Meskipun hendak dijual, GE Transportation akan tetap berkomitmen untuk menciptakan inovasi teknologi transportasi berkelas dunia.

Berita ini tentu mengejutkan dunia perkeretaapian terutama di Indonesia. Mengingat banyaknya lokomotif buatan GE yang beroperasi di sini seperti CC 201, CC 203, CC 204, dan CC 206. Jika memang benar akan dijual, semoga hal ini bisa menjadi jalan terbaik bagi GE Transportation dan memberikan dampak yang baik bagi perkeretaapian terutama di Indonesia.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment