testimoni

testimoni

Ngatap di Kereta Metro, Seorang Remaja Tewas Menghantam Kanopi di Paris

Paris Metro | Wikimedia

[9/11]. Dalam aturan kereta api Indonesia, penumpang dilarang untuk naik di atap, kabin masinis, maupun bergelantungan di sambungan kereta. Bukan tanpa alasan mengapa peraturan tersebut dibuat. Akan sangat berbahaya bagi penumpang apabila naik di lokasi-lokasi tersebut. Terutama di atap kereta di mana penumpang beresiko menghantam terowongan, viaduct, kabel listrik, ataupun menyenggol kabel LAA yang merintang di atas atap.

Hal ini lah yang terjadi di Paris, Prancis. Seorang remaja tewas setelah menghantam atap kanopi stasiun metro di Jembatan Bir-Hakeim dekat Menara Eiffel. Dilansir dari The Independent, pelaku diketahui berumur 16 tahun. Menurut penuturan salah seorang saksi mata, peristiwa ini terjadi pada saat kereta hendak meninggalkan stasiun.

Pelaku berdiri di atap membelakangi atap kanopi. Pelaku sempat tersenyum pada penumpang yang ada di stasiun sebelum akhirnya pelaku menghantam atap kanopi stasiun. Penumpang yang berada di stasiun berteriak histeris saat pelaku menghantam kanopi. Pelaku langsung terlempar dari atas kereta dan tewas di tempat. Jasad pelaku terkapar di atas rel.

Seorang saksi mata terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat trauma setelah melihat kejadian. Peristiwa ini terjadi berselah 10 bulan setelah seorang pria asal Inggris tewas saat ngatap di kereta Paris Metro. Jasad pria berusia 17 tahun ini ditemukan di sambungan kereta pada malam Tahun Baru 2017. Aksi ngatap di kereta Paris Metro ini memang marak terjadi di kalangan anak muda.

Pelaku aksi ini tak hanya datang dari Perancis saja melainkan juga dari negara lain seperti Inggris. Kebanyakan dari mereka naik di atap untuk merekam video-video ekstrim lalu mengunggahnya ke media sosial seperti Youtube. Ingat! Eksis di media sosial boleh, tapi jangan sampai keinginan untuk eksis itu membahayakan diri kalian sendiri. Sayangi nyawamu karena hidup hanya sekali.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo



About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment