testimoni

testimoni

Tidak Ada Yang Minat, Tram Canggih Russia Gagal Masuk Pasar

Purwarupa tram R1 buatan Rostec | RBTH

[17/11]. Perkembangan teknologi memang tak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan. Termasuk dalam dunia perkeretaapian. Produsen kereta api berlomba-lomba untuk memberikan inovasi teknologi dengan tujuan untuk memperlancar dan mempernyaman perjalanan kereta api serta memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Namun sayangnya, tidak semua inovasi teknologi berhasil menarik perhatian pasar dan masyarakat.

Seperti yang terjadi pada perusahaan pengembang teknologi asal Russia, Rostec. Produk tramnya yang diklaim tercanggih saat ini, Russian 1 atau R1 tidak laku dan gagal memasuki pasar. Dilansir dari RBTH Indonesia, purwarupa tram R1 pertama kali diperlihatkan di Pameran Perdagangan Industri Internasional INNOPROM 2014 di Yekaterinburg, Russia.

Tampilan rangkaian purwarupa tram R1 | RBTH Indonesia

Banyak yang menjuluki tram ini dengan "iPhone beroda" atau ada juga yang menyebutnya dengan "Batmobile" karena kecanggihannya. Tram ini dilengkapi dengan fasilitas wifi, GPS, sistem navigasi satelit, dan pendingin udara. Tram ini pun dilengkapi dengan kamera CCTV yang berfungsi untuk menggantikan fungsi kaca spion.

Lampu dalam kereta dapat mengatur tingkat kecerahannya sendiri menyesuaikan dengan kondisi cuaca di luar dan iklim tempat tram ini beroperasi. Bodi kereta dibuat reflektif menggunakan Mosavteklo (sejenis kaca) sehingga membuatnya terlihat lebih keren dan modern. Panel kendali tram sepenuhnya menggunakan layar sentuh atau touchscreen sehingga tak diperlukan tuas untuk mengoperasikannya.

Panel kendali tram yang sepenuhnya touchscreen | RBTH Indonesia

Sistem penggerak kereta pun terpisah dari bogie. Kecanggihannya belum selesai sampai di situ. Pegangan tangan kereta dibuat dari tembaga khusus yang anti mikroba untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Selain itu sistem lampu kuarsa dipasang di dalam kereta yang akan mendisesinfektan seluruh kereta dalam semalam.

Tampak interior kereta | RBTH Indonesia


Namun ternyata kecanggihan tram ini tak membuatnya laku keras di pasaran selayaknya iPhone. Tak ada satupun perusahaan operator kereta api ataupun tram yang membeli tram ini. Alasannya? Direktur Komisi Khusus Rostec Vasily Broskov menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan tram canggih ini tidak laku di pasaran.

Pertama sistem penggerak kereta terpisah dari bogie sehingga perawatan yang dilakukan akan lebih sulit. Selain itu tidak ada kepastian soal ketersediaan suku cadang sehingga operator cenderung enggan untuk membeli tram ini. Sungguh sangat disayangkan tram secanggih ini tidak laku di pasaran.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment