testimoni

testimoni

Yuk Intip Perjalanan Perdana KRL ARS Menuju Bandara Soekarno-Hatta!

Rangkaian KRL ARS Bandara Soekarno-Hatta melintasi jalur KA Batuceper-Bandara Soekarno-Hatta
(26/11) - Satu lagi sejarah di dunia perkeretaapian Indonesia telah tercetak. Setelah pada Kamis (23/11) lalu jalur rel KA dari Batuceper ke Bandara Soekarno-Hatta telah berhasil dilalui oleh KA Inspeksi (KAIS) Wijayakusuma dalam rangka inspeksi kesiapan Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (25/11) kemarin akhirnya rangkaian KRL ARS Bandara Soekarno-Hatta akhirnya diujicoba di jalur KA Batuceper - Bandara Soekarno-Hatta.

Ujicoba ini diawali dengan diberangkatkannya KAIS Wijayakusuma pada sekitar pukul 10:00 dari Stasiun Tanah Abang, yang kemudian tiba di Stasiun Duri untuk berputar menuju Stasiun Batuceper. KAIS Wijayakusuma diberangkatkan dari Stasiun Duri sekitar pukul 10:35 dan kemudian tiba di Batuceper untuk kemudian standby di sana.
KAIS Wijayakusuma berangkat dari Stasiun Duri menuju Stasiun Batuceper | Foto: Gilang Fadhli
Penulis yang kebetulan berkesempatan untuk mengikuti acara ujicoba KRL ARS Bandara Soekarno-Hatta ini memantau rangkaian KRL ARS dilangsir keluar Balai Yasa Manggarai pada pukul 13:31 menuju stasiun Manggarai, di mana rangkaian dilangsir menuju jalur baru yakni jalur 8 yang belum rampung 100%. Penulis memantau rangkaian sempat mengalami sedikit masalah saat berada di jalur 8 Manggarai di mana rangkaian bolak-balik mati-hidup sehingga harus beberapa kali reset manual. Pada akhirnya KRL Railink diberangkatkan dari jalur 8 Stasiun Manggarai pukul 14:12 dan berjalan dengan taspat 5 km/jam di wesel sehubungan wesel masih baru menjalani switchover.
Rangkaian KRL ARS berhenti sebentar di Stasiun Sudirman Baru untuk menaikkan rombongan
Rangkaian meneruskan perjalanan menuju Stasiun Sudirman Baru (BNI City) untuk menaikkan rombongan pejabat yaitu Direktur Utama PT KAI, PT Railink, pegawai KCI, KAI, Railink, serta awak media dan beberapa pejabat lainnya. Rangkaian tiba di Stasiun Sudirman Baru pukul 14:25 dan hanya berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Duri. Rangkaian masuk jalur 4 di Stasiun Duri pada pukul 14:40 dan kemudian diberangkatkan menuju Stasiun Batuceper setelah dinyatakan aman pada pukul 14:45.

Rangkaian Berjalan dengan mulus dan minim goncangan, kursi rangkaian pun sangat nyaman meskipun bahannya kulit. Selain itu, walaupun tanpa footrest, jarak kaki dengan kursi di depannya cukup renggang sehingga orang yang tingginya di atas 180 cm tidak merasa kesempitan. Rangkaian ini juga memiliki peredam suara yang sangat baik sehingga suara dari luar tidak terlalu berisik, dan AC rangkaian kondisinya cukup dingin. Toilet yang berada di kereta berkabin juga kondisinya sangat baik; toilet terdiri dari 1 WC dan 1 peturasan yang letaknya berseberangan.
Interior KRL ARS Bandara Soekarno-Hatta
Rangkaian tiba di Stasiun Batuceper pada pukul 15:13. Akan tetapi, terjadi sedikit permasalahan dikarenakan rel menuju bandara masih belum steril sehubungan terdapat mesin perawatan jalan rel yang sedang bertugas, sehingga rangkaian KRL ARS harus melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tangerang untuk kemudian menunggu aman terlebih dahulu. Rangkaian diberangkatkan dari stasiun Batuceper menuju Stasiun Tangerang pada pukul 15:15 dan tiba di Tangerang pada pukul 15:25. Setelah mendapat kabar aman, rangkaian berjalan kembali menuju Stasiun Batuceper pukul 15:35 yang selanjutnya berputar arah menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Rangkaian berangkat dari jalur 2 Stasiun Batuceper menggunakan satu sepur karena jalur KA masih belum siap 100%. Rangkaian berjalan perlahan menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan kecepatan hanya 15km/jam. Saat rangkaian mulai menaiki Fly Over Batuceper, dapat terlihat dengan jelas saat pesawat sedang lepas landas dan mendarat. Rel yang dilalui pun tepat berada di samping Jalan Perimeter Selatan, hangar GMF, dan landasan pacu bandara.
Pemandangan saat rangkaian menuruni Fly Over Batuceper
Pesawat Boeing 737 milik Garuda Indonesia sedang lepas landas
Menariknya, KAIS Wijayakusuma kali ini tidak membuka jalan terlebih dahulu sesuai ekspektasi para railfans yang kebetulan sedang menunggu di tempat-tempat strategis untuk memotret prosesi ujicoba. Justru ternyata KRL ARS langsung menapaki jalur KA Batuceper-Bandara, yang sedikit banyak membawa kejutan bagi para railfans yang telah berekspektasi kedatangan KAIS Wijayakusuma.

Hal yang menarik untuk diamati pada jalur di dalam wilayah Bandara Soekarno-Hatta adalah digunakannya LAA rigid berbentuk besi dan bukan kabel biasa, yang umum digunakan di KRL bawah tanah yang menggunakan LAA sebagai pasokan listrik. Hal ini dilakukan mengingat adanya beberapa underpass yang cukup rendah di mana jalur KA lewat di bawah taxiway bandara Soekarno-Hatta. Rangkaian tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16:24 dan penulis sempat kaget saat melihat celah antara kaca peron dengan kereta yang sangat sempit sehingga saat masuk harus perlahan dan hati hati. Selain itu, saat awal berhenti pintu peron dan pintu kereta tidak sejajar sehingga batas berhenti KRL terpaksa digeser.
LAA rigid yang digunakan di jalur yang berada di dalam Bandara Soekarno-Hatta
Celah antara kaca peron dengan rangkaian KRL yang sangat sempit
Para rombongan kemudian turun dan melakukan sesi wawancara di Hall stasiun dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro melakukan simulasi gate in untuk tiket KRL Railink. Di sisi lain, para kru KA dan petugas stasiun sedang sibuk dengan posisi rangkaian yang tidak seharusnya. Setelah posisi tepat, Dirut KAI Edi Sukmoro berfoto di depan KRL ARS beserta jajaran pejabat lainnya. Untuk keadaan stasiun, meskipun Stasiun Bandara Soekarno-Hatta belum 100% rampung, namun bentuknya telah terlihat megah dengan hall yang luas, ruang tunggu yang nyaman, dengan mesin gate yang digunakan pun mirip seperti di Jepang. Peron yang luas juga menambah kesan elegan pada stasiun ini.

Para pejabat sedang berfoto dengan awak media di depan rangkaian KRL ARS
Suasana Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Elegan, kan?
Mesin gate yang modelnya mirip dengan yang umum digunakan di Jepang
Smile!
Setelah selesai inspeksi ke stasiun bandara, rombongan kembali menuju Stasiun Batuceper pukul 17:33. Uniknya, kali ini rangkaian masuk di peron Stasiun Batuceper yang baru yang nantinya memang diperuntukkan untuk KRL ARS. Setelah berhenti sebentar, rangkaian melanjutkan perjalanan menuju Duri. Tiba di jalur 4 Stasiun Duri, tidak diperlukan waktu yang lama sebelum rangkaian diberangkatkan kembali menuju stasiun Manggarai.
Rangkaian KRL ARS berhenti sebentar di jalur baru Stasiun Batuceper
Meja layan KRL ARS yang sempat penulis foto di kala rangkaian berhenti sebentar
Naas, di Stasiun Tanah Abang, rangkaian mengalami gangguan pada Pantograf sehingga memaksa rangkaian untuk berhenti dan dilakukan pengecekan pada pantograf. Rangkaian pun dimatikan untuk beberapa saat. Setelah dinyatakan aman, rangkaian dinyalakan kembali dengan hanya menggunakan 2 pantograf pada kereta belakang dan diberangkatkan kembali dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Sudirman Baru pada pukul 19:11.
Oops! Rangkaian KRL ARS mengalami gangguan pada pantograf di Stasiun Tanah Abang
Tiba di Stasiun Sudirman Baru, rangkaian berhenti sebentar untuk menurunkan rombongan pejabat sebelum kemudian diberangkatkan kembali menuju Stasiun Manggarai. Rangkaian tiba di jalur 8 Manggarai pada pukul 19:43 untuk kemudian dipulangkan ke Balai Yasa Manggarai, yang sekaligus mengakhiri liputan penulis kali ini.

Bagi pembaca yang penasaran untuk merasakan KRL ARS menuju bandara Soekarno Hatta harus sedikit bersabar, pasalnya rangkaian baru akan mulai dioperasikan untuk umum pada awal Desember mendatang dengan tarif promo Rp 30.000,- hingga akhir Desember 2017. Selamat mencoba!


RED Citizen | Saddam "AkaShiro" 

Ingin artikelmu tampil di RED Citizen Journalism? Baca ketentuannya di sini

About Gerakan Muda Penggemar Kereta Api

Selamat datang di official Google+ dari komunitas Gerakan Muda Penggemar Kereta Api. Mari bersama kita bangun kereta api Indonesia yang lebih baik!
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment