testimoni

testimoni

KAIS "Lombok Ijo" Menampakkan Diri

SHARE
KAIS "Lombok Ijo" yang dilangsir keluar Balai Yasa Pengok | picture by: Oktavino Hiu Adi Tirtayasa

RE Digest, Yogyakarta. Bersamaan dengan railfans Daop 1 yang diramaikan dengan kedatangan lokomotif CC 300 untuk kedua kalinya, linimasa pecinta kereta api dikejutkan dengan keluarnya produk baru dari Balai Yasa Pengok. Satu unit kereta inspeksi (KAIS) baru dilangsir keluar dari Balai Yasa Pengok pada Kamis kemarin.

KAIS baru ini dilangsir keluar Balai Yasa Pengok bersama CC 203 98 18 dalam keadaan dingin menggunakan lokomotif CC 201 83 48. KAIS baru yang belum memiliki nama ini merupakan hasil modifikasi dari KRD MCW 302 yang sebelumnya beroperasi sebagai KRD Kedungsepur di Daop 4. Meski masih dalam proses pengerjaan dan belum memiliki nama resmi, banyak pecinta kereta yang menjuluki KAIS ini dengan sebutan "Lombok Ijo" atau dalam Bahasa Indonesia berarti cabai hijau.

KAIS baru saat dilangsir bersama lokomotif CC 203 98 18 | picture by: Gandung Gunawan

Itu karena livery kereta ini yang didominasi warna hijau. Bagian depan KAIS ini tampak jauh berbeda ketimbang saudara tuanya, Wijayakusuma, Railone, dan Sriwijaya. Sepintas bagian depan KAIS ini terlihat seperti bentuk antara KRDE Woojin yang beroperasi sebagai kereta Bandara Kualanamu.

Bentuk bagian depannya trapesium seperti KRDE Woojin serta memiliki jendela yang besar dan lebar. Hanya bedanya, bentuk KAIS ini lebih bulat, lampunya terlihat seperti lampu bis, dan cowcatchernya menyatu dengan bodi. Bagian wajah dan cowcatcher KAIS ini diwarnai hijau dengan sedikit livery putih di atas cowcatcher dan warna hitam di bawah jendela.

Bagian samping kereta berwarna kombinasi hijau-putih dengan strip hitam memanjang dari belakang hingga depan kereta. Banyak pecinta kereta yang menyebut livery ini dengan sebutan "Uni Emirat Arab" karena susunan warna yang digunakan nyaris mirip dengan bendera negara konglomerat tersebut. Sirine berwarna oranye ditempatkan di atas kereta.

Tak seperti Wijayakusuma, Railone, ataupun Sriwijaya yang dibuat satu kereta dengan dua kabin, KAIS baru ini dibuat berkabin tunggal. Nantinya akan ada 2 unit KAIS yang dibuat. Sampai saat ini belum diketahui kapan dan di mana KAIS ini akan beroperasi serta alokasi dari KAIS ini setelah jadi. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment