testimoni

testimoni

Lokomotif Langsir Krakatau Steel Tiba di Cilegon

SHARE
Lokomotif langsir milik Krakatau Steel saat diturunkan menggunakan crane | picture by: Azriel Sunu Kurniawan

[30/12]. Bagaikan kejutan besar di akhir tahun serta tanpa ada kabar sama sekali 1 unit lokomotif langsir tiba di Indonesia. Namun lokomotif ini bukanlah milik PT KAI, melainkan perusahaan BUMN bidang metalurgi, Krakatau Steel. Lokomotif milik Krakatau Steel ini tiba di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten pada Kamis malam.

Saat tiba di Ciwandan, lokomotif ditutupi dengan terpal untuk melindunginya dari hujan dan panas. Setelah sampai di Ciwandan, lokomotif berwarna biru ini langsung dibawa menggunakan truk menuju pabrik peleburan baja Krakatau Steel. 

Lokomotif yang diimpor oleh Krakatau Steel merupakan lokomotif pelangsir tipe GK0C buatan CRRC Yangtze, Tiongkok dengan lebar sepur 1435 mm. Lokomotif GK0C merupakan lokomotif diesel hidrolik dengan susunan gandar B-B. Mesin yang digunakan adalah CAT3412E yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 560 kilowatt. Berat adesive lokomotif ini adalah sekitar 64 ton dan dapat dipacu hingga kecepatan 50 kilometer per jam.

Lokomotif GK0C | Trainfanz

Tapi kalian jangan banyak berharap lokomotif ini akan wara-wiri di Lintas Kulon, karena lokomotif ini hanya akan beroperasi di dalam area plant Krakatau Steel saja. Dengan begini maka Krakatau Steel menjadi perusahaan keenam di Indonesia yang memiliki dan mengoperasikan lokomotif di luar KAI. 

Kelima perusahaan lainnya adalah PT Kertas Leces yang pernah memiliki lokomotif BB 305 CFD dan Jenbacher, PT Semen Nusantara (sekarang Holcim) yang pernah mengoperasikan lokomotif BB 305 01 Nippon Sharyo, Pupuk Kujang yang pernah mengoperasikan lokomotif Plymouth di Dawuan, PT TEL yang mengoperasikan lokomotif CC 203 di Sumsel, dan PT Freeport Indonesia yang mengoperasikan lokomotif listrik di Tambang Grasberg dan Tambang Esmeralda, Tembagapura, Papua.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
sumber data spesifikasi: Trainfanz

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment